Pekan ini (9-16 November 2025), platform media sosial dan media diramaikan oleh isu-isu yang memicu perdebatan sengit, dari kontroversi etika dakwah hingga tragedi bencana alam. Berikut 5 berita paling viral yang mendominasi timeline netizen Indonesia :
- 1. Sister Hong Versi Lombok: Pria Nyamar Jadi MUA Berhijab Bongkar Identitas Asli
- 2. Tragedi Bullying SMPN 19 Tangsel: Siswa Kelas VII Meninggal Setelah Dipukul Bangku Besi
- 3. Kontroversi Gus Elham: Pendakwah Muda Viral Cium Anak Kecil, MUI dan Wamenag: Tak Pantas!
- 4. Longsor Dahsyat Cilacap: 13 Korban Tewas, 10 Masih Tertimbun di Tengah Ancaman Hujan Susulan
- 5. Drama Takhta Keraton Surakarta: Dua Saudara Saling Klaim Pakubuwono XIV, Kubu Terbelah
1. Sister Hong Versi Lombok: Pria Nyamar Jadi MUA Berhijab Bongkar Identitas Asli
Kasus ini meledak sejak 9 November, saat akun @nasikrawumataram di Instagram mengungkap bahwa Dea Lipa, MUA pengantin terkenal di Lombok Tengah, sebenarnya pria bernama Deni (30-an) dari Desa Mujur, Praya Timur. Dengan penampilan feminin—hijab, makeup flawless, dan bantu klien ganti baju—Deni telah rias ribuan pengantin Muslimah selama 5 tahun terakhir.
Tuduhan penistaan agama muncul karena ia diklaim sholat pakai mukena di masjid wanita. Deni muncul ke publik pada 15 November, mengaku “hanya passion makeup, bukan niat nipu”.
2. Tragedi Bullying SMPN 19 Tangsel: Siswa Kelas VII Meninggal Setelah Dipukul Bangku Besi
Muhammad Hisyam (13), siswa SMPN 19 Ciater Serpong, Tangerang Selatan, meninggal pada 16 November setelah sepekan koma di RS Fatmawati akibat bullying berulang. Insiden fatal 20 Oktober: kepalanya dijedot ke bangku besi saat istirahat, picu cedera otak parah.
Kakaknya, Rizki, ungkap Hisyam sering dirundung tapi diam karena ancaman. Polres Tangsel periksa 6 saksi, termasuk guru, tapi pelaku (siswa sekelas) belum ditahan karena di bawah 14 tahun (dijerat UU Perlindungan Anak). Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan melayat dan janji satgas anti-bullying.
3. Kontroversi Gus Elham: Pendakwah Muda Viral Cium Anak Kecil, MUI dan Wamenag: Tak Pantas!
Pendakwah muda asal Kediri, Gus Elham Yahya (24), menjadi sorotan nasional sejak 11 November setelah video dirinya mencium pipi dan bahkan mengenyot pipi anak perempuan kecil di panggung dakwah viral. Video dari Majelis Ta’lim Ibadallah menunjukkan Gus Elham merangkul dan mencium beberapa kali, memicu tudingan pelecehan anak dan penistaan agama.
Ketua MUI Bidang Dakwah KH M Cholil Nafis sebut “tidak patut dilakukan siapapun, apalagi pendakwah”, sementara Wamenag Romo Muhammad Syafii tegas: “Kita sepakat dengan publik, itu tidak pantas!” Gus Elham minta maaf pada 12 November, klaim “khilaf” dan anak-anak itu di bawah pengawasan orang tua.
4. Longsor Dahsyat Cilacap: 13 Korban Tewas, 10 Masih Tertimbun di Tengah Ancaman Hujan Susulan
Bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, yang terjadi 13 November malam, terus memilukan dengan update memasuki hari keempat SAR pada 16 November: 13 jenazah ditemukan, termasuk Kasrinah (47) di Worksite A-2, tapi 10 korban masih hilang di tumpukan material setinggi 7-8 meter. Picu utama: curah hujan ekstrem 98 mm/hari sejak 10 November, bikin tanah gembur lereng 45 derajat longsor seluas 6,5 ha, timbun 12 rumah.
Tim SAR gabungan (600+ personel, 21 ekskavator, 9 anjing pelacak) persempit area ke 4 worksite, tapi hujan ringan hingga sedang hingga 22 November ancam longsor susulan—rekahan tanah baru muncul di Dusun Nagari. BNPB rencanakan cloud seeding besok, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi kirim bantuan.
5. Drama Takhta Keraton Surakarta: Dua Saudara Saling Klaim Pakubuwono XIV, Kubu Terbelah
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diguncang sengketa suksesi sejak wafatnya Pakubuwono XIII pada 2 November: putra bungsu KGPAA Hamengkunegoro (Gusti Purboyo) deklarasi diri sebagai PB XIV pada 5 November saat pelepasan jenazah, didukung permaisuri dan GKR Timoer. Tapi pada 13 November, rapat keluarga di Sasana Handrawina nobatkan putra tertua KGPH Hangabehi (Mangkubumi) sebagai Pangeran Pati dan PB XIV, disaksikan sentana dalem dan paguyuban—pelantikan resminya 15 November.
Kubu Purboyo anggap tak sah dan ancam langkah hukum, sementara Tedjowulan (adik PB XIII) klaim “dijebak” jadi saksi dan jadi Plt raja sementara. GKR Timoer sesali perpecahan “seperti suksesi PB XIII dulu”.