JAKARTA – Toprak Razgatlioglu menjalani musim debutnya pada MotoGP 2026 bersama Yamaha dengan penuh kehati-hatian. Juara dunia Superbike itu menyebut tahun ini sebagai masa transisi sebelum regulasi teknis besar diberlakukan diberlakukan pada 2027.
Kontrak MotoGP umumnya berdurasi dua tahun, memberi waktu adaptasi bagi pembalap dan tim. Toprak termasuk sedikit pembalap yang sudah mengamankan kontrak hingga 2027, bersama Johann Zarco dan Diego Moreira. Perubahan regulasi mendatang mencakup pengurangan kapasitas mesin dari 1000 cc menjadi 850 cc, larangan sasis dengan pengaturan ketinggian, pembatasan aerodinamika, serta pergantian ban dari Michelin ke Pirelli.
Sebagian pihak menilai Toprak terlalu cepat naik kelas. Namun, pembalap asal Turki itu optimistis. “Saya pikir perpindahan di tahun 2026 lebih baik karena saya juga perlu beradaptasi dengan motor. Di tahun 2027, saya akan siap untuk mengeluarkan potensi penuh saya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap motor Yamaha M1. “Motor yang mengendarai saya, bukan sebaliknya,” kata Toprak, menggambarkan betapa besar tantangan transisi dari Superbike ke MotoGP. Meski demikian, ia yakin hasil baik akan menyusul jika mampu menyesuaikan gaya balapnya.
Toprak Ingin Jadi Pembalap Terbaik Yamaha
Manajer Kenan Sofuoglu menargetkan Toprak menjadi pembalap Yamaha terbaik, mengungguli Alex Rins, Jack Miller, dan Fabio Quartararo. Namun Toprak memilih realistis. “Saya tidak berani membuat prediksi apa pun mengenai posisi. Tapi saya yakin kemajuan akan terlihat setelah tiga atau empat balapan,” ujarnya, dilansir dari Speedweek, Selasa (3/2/2026).
Dengan pengalaman terbatas di MotoGP—tiga kali uji coba sebelum resmi bergabung—Toprak kini fokus beradaptasi dengan motor, ban, dan lintasan baru. Ia mengakui masih merasa tegang di lintasan lurus, tetapi perlahan mulai terbiasa dengan perangkat teknis seperti launch control.