Tragedi kemanusiaan yang memilukan mengguncang Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Seorang pemuda berinisial AF (23) tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, SA (64), dengan cara yang sangat sadis. Bukan karena dendam lama, melainkan demi memuaskan dahaga candu judi online yang telah merusak akal sehatnya.
Gelap mata akibat kekalahan judi online membawa AF (23) ke jurang kriminalitas paling kelam. Ia nekat merampas nyawa ibunya, SA (64), demi menggondol perhiasan emas seberat 13 gram senilai Rp75 juta. Tragisnya, uang hasil penjualan emas tersebut ludes seketika di meja judi digital.
Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, mengungkapkan bahwa motif utama pelaku adalah kekesalan karena permintaan uang untuk modal berjudi ditolak oleh sang ibu.
Kronologi yang Menggetarkan Jiwa
Aksi biadab ini bermula saat permintaan uang AF berujung cekcok. Dalam kemarahan yang tak terkendali, AF menyerang ibunya menggunakan senjata tajam hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, pelaku melakukan serangkaian tindakan horor: menyiramkan bensin dan membakar jasad ibunya, memutilasi tubuh korban, hingga memasukkannya ke dalam tiga karung plastik.
Jasad yang tak lagi utuh itu kemudian dikubur di lubang sedalam 1,5 meter di sebuah kebun, hanya berjarak 20 meter dari rumah mereka.
Tabir gelap ini tersingkap setelah warga Desa Karang Dalam curiga karena korban tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari. Kecurigaan memuncak saat warga menemukan gundukan tanah tidak wajar di area perkebunan. Pada Rabu (7/4), warga bersama perangkat desa membongkar lubang tersebut dan menemukan kenyataan pahit di dalam karung.
Jajaran Polda Sumatera Selatan melalui Polres Lahat bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi yang menimpa seorang ibu rumah tangga di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat.
Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan diterima, jajaran Polda Sumatera Selatan berhasil menangkap AF. AF mendekam di tahanan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.