GAZA – Insiden tragis terjadi di Jalur Gaza ketika sebuah truk pengangkut bantuan terbalik dan menimpa kerumunan warga yang tengah mengantre bantuan. Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan sedikitnya 20 orang tewas di Jalur Gaza dan puluhan lainnnya luka-luka dalam peristiwa yang terjadi menjelang tengah malam, Selasa (5/8/025).
“Dua puluh orang tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka sekitar tengah malam tadi saat sebuah truk yang membawa bantuan terbalik… sementara ratusan warga sipil sedang menunggu bantuan,” ujar juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, kepada kantor berita AFP, Rabu (6/8/2025).
Peristiwa memilukan itu terjadi di dekat kamp pengungsi Nuseirat. Menurut Bassal, truk tersebut melaju di jalur yang tidak aman dan telah rusak akibat serangan sebelumnya oleh militer Israel.
Pihak militer Israel menyatakan kepada AFP bahwa mereka sedang menyelidiki laporan insiden tersebut.
Sementara itu, kelompok Hamas menuding Israel turut bertanggung jawab atas insiden ini dengan menekan pengemudi truk bantuan untuk melalui rute-rute yang berbahaya dan penuh sesak.
“Israel memaksa para pengemudi untuk melewati rute yang penuh sesak dengan warga sipil yang kelaparan, yang telah menunggu selama berminggu-minggu untuk mendapatkan kebutuhan paling dasar,” demikian pernyataan dari kantor media Hamas.
“Hal ini sering mengakibatkan kerumunan orang yang putus asa mengerumuni truk,” imbuhnya.
Tragedi ini menambah panjang daftar korban jiwa yang jatuh saat warga Palestina mencoba mendapatkan bantuan kemanusiaan. Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB sebelumnya mencatat sedikitnya 1.373 warga Palestina tewas saat mencari bantuan sejak akhir Mei lalu.
Menurut laporan tersebut, sebagian besar korban tewas akibat tindakan militer Israel, baik di lokasi distribusi bantuan maupun di sepanjang jalur konvoi bantuan. Penyaluran bantuan tersebut banyak dilakukan oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga yang didukung AS dan Israel, namun tidak bekerja sama dengan PBB.
“Secara total, sejak 27 Mei, setidaknya 1.373 warga Palestina tewas saat mencari makanan; sekitar 859 orang di antaranya (tewas) di sekitar lokasi (pusat distribusi bantuan yang dikelola GHF) dan 514 orang lainnya (tewas) di sepanjang rute konvoi bantuan makanan,” kata pernyataan kantor PBB untuk wilayah Palestina.
GHF sendiri membantah adanya penembakan fatal di titik-titik distribusi mereka, meski laporan kekacauan dan aksi kekerasan terus muncul hampir setiap hari.
Kondisi Gaza saat ini sangat memprihatinkan. Pembatasan ketat dari Israel terhadap masuknya bantuan, termasuk makanan, obat-obatan, pasokan medis, dan bahan bakar, telah berlangsung hampir 23 bulan sejak perang dimulai. Rumah sakit pun kesulitan menjalankan operasional karena kekurangan bahan bakar untuk generator.