ANKARA, TÜRKİYE – Sebanyak orang ditahan oleh otoritas Türkiye buntut dari kebakaran mematikan yang melanda Hotel Grand Kartal di resor ski Kartalkaya, wilayah Bolu, Türkiye Barat. Peristiwa tersebut menewaskan 76 orang.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa (21/1) dini hari ini mengakibatkan puluhan korban luka-luka, sementara 45 jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarga mereka. Proses identifikasi terhadap jenazah lainnya masih berlangsung di institut forensik setempat melalui tes DNA.
Menteri Dalam Negeri Türkiye, Ali Yerlikaya, mengungkapkan bahwa korban selamat dari kebakaran tersebut mengalami pengalaman mengerikan saat berusaha menyelamatkan diri, banyak di antaranya yang terpaksa melompat dari jendela untuk menghindari api yang semakin membesar. Para tamu hotel yang terjebak dalam kepanikan juga harus berlari melalui koridor yang dipenuhi asap tebal dalam gelap gulita.
Presiden Türkiye, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan hari Rabu (22/1) sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati para korban dalam tragedi ini. Kebakaran itu sendiri terjadi di Hotel Grand Kartal, sebuah bangunan 12 lantai yang memiliki 238 tamu terdaftar pada saat kejadian, yang dipicu oleh api yang mulai muncul di area restoran hotel sekitar pukul 03.30 waktu setempat.
Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc mengonfirmasi bahwa enam jaksa telah ditugaskan untuk menyelidiki insiden ini secara mendalam. Sementara itu, pihak Hotel Grand Kartal menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian tersebut dan berkomitmen untuk sepenuhnya mendukung penyelidikan yang sedang berjalan. Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Namun, otoritas setempat kini mendapat kecaman terkait sistem keamanan di hotel tersebut. Banyak korban selamat yang melaporkan bahwa tidak ada alarm kebakaran yang berfungsi saat kebakaran terjadi, serta banyak yang harus berjuang melintasi koridor yang gelap dan dipenuhi asap untuk menyelamatkan diri.
Kebakaran ini terjadi pada puncak musim pariwisata musim dingin, ketika banyak wisatawan dari Istanbul dan Ankara datang untuk berlibur dan bermain ski di kawasan pegunungan Bolu.