Manado – Kebakaran dahsyat melanda Panti Werdha Damai di Lingkungan 7, Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu malam (28/12) sekitar pukul 20.00-21.00 WITA. Insiden mematikan ini menewaskan 16 lansia penghuni panti, sementara sisanya mengalami luka bakar dan gangguan pernapasan.
Api diduga bermula dari bagian belakang bangunan, kemungkinan area dapur, sebelum dengan cepat melalap seluruh struktur kayu yang rapuh. Warga sekitar mendengar ledakan keras disusul teriakan minta tolong dari para lansia yang terperangkap. “Kami panjat tembok setinggi 4 meter untuk evakuasi, asap tebal bikin susah bernapas,” ujar seorang warga yang terlibat penyelamatan.
Petugas Damkar Kota Manado sigap mengerahkan enam unit truk tangki setelah menerima laporan pukul 20.31 WITA. Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA, meski bangunan panti ludes terbakar total dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar. TNI, Polri, dan relawan bergabung dalam upaya evakuasi, memastikan tidak ada korban tertinggal hingga Senin pagi.
Korban dan Kondisi Penghuni
Panti Werdha Damai menampung 35 lansia, tetapi saat kejadian hanya 32 yang berada di lokasi. Sebanyak 16 orang meninggal dunia, jenazahnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Manado untuk identifikasi oleh Tim DVI Polri Sulawesi Utara. Korban selamat berjumlah 16 orang, termasuk sembilan dirawat di RSUD Manado seperti YK (86), ML (78), dan lainnya yang mengalami asfiksia.
Tiga lansia lainnya dirawat di rumah sakit swasta akibat luka bakar serius. Keluarga korban selamat mulai menjemput sanak saudara mereka, sementara otoritas setempat menyediakan tenda darurat untuk sementara.
Respons Otoritas dan Penyelidikan
Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, memantau langsung penanganan di lokasi. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran panti werdha ini, dengan dugaan korsleting listrik atau sumber api dari peralatan dapur.
Tragedi kebakaran panti werdha ini menjadi pengingat tragis akan kerentanan lansia terhadap bencana. Pemerintah daerah berjanji mempercepat rekonstruksi dan bantuan sosial bagi korban selamat. Hingga kini, penyelidikan berlanjut untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.