JAKARTA – Sebuah kereta api berkecepatan tinggi tergelincir dan menabrak kereta lain dari arah berlawanan di selatan Spanyol, Minggu (18/1/2026). Tabrakan di dekat Adamuz, Provinsi Cordoba, menewaskan sedikitnya 21 orang dan ratusan penumpang lainnya terluka.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol menyebut kereta kedua terdorong keluar rel hingga jatuh ke lereng tanggul. Dari 75 korban yang dirawat di rumah sakit, 15 di antaranya dalam kondisi serius.
Kepala pemerintahan Andalusia, Juanma Moreno, memperingatkan jumlah korban bisa bertambah. “Kekuatan tabrakan sangat besar… kemungkinan besar kami akan menemukan (lebih banyak) jenazah,” ujarnya.
Evakuasi Dramatis
Video di media sosial memperlihatkan tim penyelamat menarik penumpang dari gerbong yang bengkok. Beberapa orang keluar lewat jendela pecah, sementara lainnya dibawa dengan tandu.
Surat kabar El Pais melaporkan masinis berusia 27 tahun dari kereta Madrid–Huelva termasuk di antara korban tewas. Sekitar 400 penumpang berada di kedua kereta, sebagian besar warga Spanyol yang kembali ke Madrid setelah akhir pekan.
“Ada banyak korban luka. Saya masih gemetar,” kata Maria San José (33), penumpang kereta cepat Malaga–Madrid, dilansir dari Reuters. Seorang penumpang lain menuturkan kepada TVE: “Banyak orang berteriak, tas-tas mereka jatuh dari rak. Saya sedang menuju Huelva di gerbong keempat, yang terakhir, untungnya.”
Kecepatan Tinggi, Penyebab Misterius
Kereta Renfe menuju Huelva melaju sekitar 200 km/jam saat benturan terjadi. Belum diketahui kecepatan kereta Iryo yang tergelincir lebih dulu.
Menteri Transportasi Oscar Puente menyebut kecelakaan ini “sangat aneh” karena terjadi di jalur lurus yang baru diperbarui Mei lalu.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menulis di X: “Malam ini adalah malam penuh duka mendalam bagi negara kami.” Raja dan Ratu Spanyol juga mengikuti perkembangan dengan prihatin.
Operasi Penyelamatan
Puente mengatakan korban terbanyak berada di dua gerbong pertama kereta Renfe Alvia. Kepala pemadam kebakaran Cordoba, Paco Carmona, menegaskan evakuasi berlangsung sulit. “Masih ada orang yang terjebak. Kami harus mengeluarkan jenazah untuk menjangkau mereka yang masih hidup. Ini tugas yang sangat rumit,” katanya.
Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, menyebut pemandangan di lokasi “mengerikan”. Warga kota kecil berpenduduk 5.000 orang itu membantu dengan makanan dan selimut bagi penumpang yang selamat.
Respons Operator
Iryo, operator kereta cepat yang saham mayoritasnya dimiliki Ferrovie dello Stato Italia, menyatakan penyesalan mendalam dan mengaktifkan protokol darurat. Renfe menegaskan tergelincir terjadi akibat kereta Iryo masuk ke jalurnya.
Adif, pengelola jaringan rel, menangguhkan seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia.
