JAKARTA – Kematian peserta Komponen Cadangan (Komcad) ASN menjadi sorotan setelah seorang peserta meninggal saat rangkaian pelatihan.
Korban bernama Vanreko Varkas Bagaskara, ASN berusia 28 tahun dari Kementerian Ekonomi Kreatif.
Vanreko meninggal pada 25 September 2026 ketika mengikuti gladi persiapan penutupan pendidikan Komcad ASN Gelombang II.
Informasi yang diterima menyebutkan Vanreko terjatuh saat kegiatan gladi sebelum rangkaian pendidikan Komcad berakhir.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyampaikan duka cita kepada keluarga Vanreko atas kejadian tersebut.
Ia meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap insiden yang terjadi selama pelaksanaan latihan Komcad ASN.
“Kejadian meninggalnya peserta dalam pelaksanaan latihan militer perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan,” kata TB Hasanuddin, Minggu, 27 September 2026.
TB Hasanuddin menilai proses seleksi peserta harus memastikan kesiapan kesehatan dan kemampuan fisik sebelum latihan dimulai.
Menurut dia, pemeriksaan medis peserta tidak boleh dilakukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administratif.
“Pemeriksaan kesehatan tidak boleh sekadar menjadi formalitas,” katanya.
“Kondisi fisik setiap peserta harus benar-benar dipastikan mampu mengikuti latihan. Apabila dinyatakan tidak siap, peserta tidak perlu dipaksakan,” ucapnya.
Ia juga meminta Kementerian Pertahanan meninjau kembali berbagai prosedur dalam pelaksanaan pendidikan Komcad ASN.
Evaluasi tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, standar keselamatan, tingkat intensitas latihan, hingga kesiapan tenaga medis.
Mekanisme penanganan kondisi darurat selama kegiatan juga dinilai perlu diperiksa untuk memastikan respons cepat ketika terjadi insiden.
“Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Disiplin dalam latihan memang diperlukan, tetapi pelaksanaannya harus tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan fisik masing-masing peserta,” katanya.
Insiden tersebut menjadi perhatian karena pelatihan Komcad melibatkan aktivitas fisik dan membutuhkan kesiapan peserta secara menyeluruh.
Dokumen seleksi ASN pemerintah juga mencatat nama Vanreko Varkas Bagaskara sebagai peserta seleksi ASN dari instansi terkait.
Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat memperkuat aspek keselamatan sekaligus mencegah kejadian serupa dalam pelatihan Komcad berikutnya.***