JAKARTA – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi menambahkan opsi pembayaran digital melauli aplikasi TJ:Transjakarta i yang kini terintegrasi dengan layanan perbankan digital bulu by BCA Digital.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Transjakarta dalam mendorong digitalisasi layanan publik yang lebih modern dan efisien.
“Di era digital ini, digitalisasi layanan publik bukan lagi sekadar pilihan untuk Transjakarta, tapi ini adalah suatu keharusan,” ujar Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta, Fadly Hasan, dalam peluncuran kerja sama di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Dengan integrasi ini, penumpang kini dapat membeli tiket bus melalui aplikasi menggunakan blu, melengkapi dua metode pembayaran digital lainnya yang telah tersedia.
“Sudah bisa digunakan, beli tiket menggunakan blu. Ini tentunya meningkatkan servis kami kepada pelanggan dan memberikan kenyamanan serta efisiensi bagi mereka,” tambah Fadly.
Sementara itu, Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati, menyebut kemitraan ini merupakan respons terhadap kebutuhan mayoritas nasabah blu yang berasal dari kalangan Gen Z dan milenial—kebanyakan tinggal di Jakarta dan membutuhkan kemudahan dalam transaksi harian.
“Kami punya hampir 3 juta nasabah dan hampir 90 persen-nya adalah Gen Z dan milenial. Kemitraan ini menjawab kebutuhan mereka, solusi juga jadi relevan dan memudahkan aktivitas mereka sehari-hari,” jelas Lanny.
Kolaborasi ini juga disebut sejalan dengan tren mobilitas masyarakat Jakarta yang semakin tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, jumlah penumpang Transjakarta pada Mei 2025 mencapai 33,26 juta orang, meningkat 11,78 persen secara bulanan (month-to-month) dibandingkan April.
Secara tahunan (year-on-year), jumlah tersebut naik 3,88 persen dibandingkan Mei 2024. Bahkan, secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2025, total penumpang mencapai 156,59 juta, atau naik 5,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS menyatakan bahwa peningkatan ini mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap moda transportasi publik seperti Transjakarta, terutama dengan adanya inovasi layanan seperti digitalisasi sistem pembayaran.