WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan pengunduran diri segera CEO baru Intel, Lip-Bu Tan, menyusul kekhawatiran atas keterkaitannya dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Trump menyebut Tan “sangat memiliki konflik kepentingan”, memicu keraguan terhadap masa depan raksasa chip asal AS tersebut.
“Tidak ada solusi lain untuk masalah ini,” ujar Trump melalui platform Truth Social miliknya, dilansir dari Reuters. Pernyataan itu langsung berdampak pada saham Intel yang turun hampir 5 persen dalam perdagangan pra-pasar.
Desakan Trump muncul sehari setelah Reuters melaporkan bahwa Senator Partai Republik Tom Cotton mengirim surat kepada ketua dewan Intel, mempertanyakan hubungan Tan dengan perusahaan-perusahaan Tiongkok serta kasus pidana yang melibatkan mantan perusahaannya, Cadence Design.
Pada April lalu, Reuters juga mengungkap bahwa Tan, baik secara pribadi maupun melalui dana ventura yang ia dirikan atau kelola, telah berinvestasi di ratusan perusahaan Tiongkok. Beberapa di antaranya disebut memiliki kaitan dengan militer Tiongkok. Tan diketahui telah menanamkan dana sedikitnya 200 juta dolar AS ke berbagai perusahaan manufaktur dan chip canggih di Tiongkok antara Maret 2012 hingga Desember 2024.
Intel belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang diajukan pada Kamis.
Perusahaan yang dulu mendominasi industri chip global itu kini tengah menjalani pergeseran strategi untuk memulihkan posisinya setelah tertinggal dari pesaing asal Taiwan, TSMC. Intel juga nyaris tak memiliki pangsa di pasar chip kecerdasan buatan (AI) yang kini dikuasai Nvidia.
Tan resmi menjabat sebagai CEO pada Maret lalu, menggantikan Pat Gelsinger yang diberhentikan akhir tahun lalu. Ia menargetkan pengurangan jumlah karyawan Intel menjadi 75.000 orang pada akhir tahun, atau sekitar 22 persen dari total saat ini. Intel juga berkomitmen untuk menerapkan pendekatan investasi manufaktur yang lebih disiplin.