JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Venezuela kini “kaya dan aman kembali” setelah serangkaian langkah politik dan ekonomi yang dilakukan pemerintahannya. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu (10/1/2026). “Saya mencintai rakyat Venezuela, dan saya sudah membuat Venezuela kaya dan aman kembali. Selamat dan terima kasih kepada semua orang yang memungkinkan hal ini terjadi,” tulisnya, dikutip dari Hurriyet Daily News, Minggu (11/1/2026).
Sehari sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa “banyak uang akan dihasilkan” usai bertemu lebih dari selusin eksekutif minyak di Gedung Putih. Ia menyebut perusahaan-perusahaan besar dunia siap menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk eksplorasi minyak di Venezuela.
Langkah ini menyusul operasi militer AS pada 3 Januari yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk menjalani sidang awal atas tuduhan narkoba dan senjata, dan menyatakan tidak bersalah. Trump menegaskan pemerintahannya akan “mengelola” Venezuela beserta aset minyaknya selama masa transisi.
Minyak di Venezuela
Pada Jumat, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan keadaan darurat nasional guna melindungi pendapatan minyak Venezuela yang disimpan di Departemen Keuangan AS. Gedung Putih menekankan bahwa dana tersebut adalah hak kedaulatan Venezuela yang berada di bawah pengawasan AS untuk kepentingan pemerintahan dan diplomatik, serta tidak tunduk pada klaim pribadi.
Pernyataan resmi Gedung Putih menambahkan, “Trump mencegah penyitaan pendapatan minyak Venezuela yang dapat merusak upaya penting AS untuk memastikan stabilitas ekonomi dan politik di Venezuela.”