ABU DHABI, UEA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencatat sejarah baru dalam lawatan luar negerinya. Pada Kamis, 15 Mei 2025, Trump menginjakkan kaki di Masjid Agung Sheikh Zayed, Abu Dhabi, menandai kunjungan pertamanya ke sebuah masjid sejak menjabat sebagai presiden, baik pada periode pertama maupun kedua.
Langkah ini menjadi sorotan dunia mengingat makna simbolisnya di tengah hubungan diplomatik AS dengan negara-negara Teluk.
Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian lawatan Trump di tiga negara Teluk: Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Di Abu Dhabi, Trump disambut hangat oleh Sheikh Mohammed bin Zayed, pemimpin UEA yang dikenal memiliki hubungan erat dengannya. Keduanya menjalin ikatan kuat, terutama sejak Trump memediasi Perjanjian Abraham pada masa kepresidenan pertamanya, yang menormalisasi hubungan UEA dengan Israel.
Pesona Masjid Agung Sheikh Zayed
Masjid Agung Sheikh Zayed, salah satu masjid terbesar dan termegah di dunia, menjadi latar kunjungan bersejarah ini. Trump tampak terpukau oleh keindahan arsitektur masjid, khususnya kubah marmer putih yang menjulang dan lantai marmer Italia yang dihiasi motif bunga warna-warni.
“Ini adalah tempat yang luar biasa, penuh kedamaian dan keindahan,” ujar Trump, sebagaimana dilansir dari sumber lokal.
Kunjungan ini bukan hanya soal simbolisme, tetapi juga menegaskan komitmen Trump untuk mempererat hubungan AS dengan negara-negara Teluk. Dalam konteks politik global, langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat aliansi strategis di Timur Tengah, sekaligus menunjukkan sikap terbuka terhadap dunia Islam.
Bukan yang Pertama, Tapi Tetap Istimewa
Meski Trump bukan presiden AS pertama yang mengunjungi Masjid Agung Sheikh Zayed—presiden sebelumnya seperti George W. Bush pernah melakukannya—kunjungan ini tetap menyita perhatian. Apalagi, putri Trump, Ivanka, dan menantunya, Jared Kushner, juga pernah mengunjungi masjid ini pada 2020 saat menjabat di pemerintahan Trump.
Makna Diplomatik dan Sorotan Publik
Kunjungan Trump ke masjid ini memicu beragam reaksi. Di media sosial, warga UEA dan dunia menyambut positif langkah ini sebagai sinyal keterbukaan.
“Trump menunjukkan bahwa dialog antar budaya tetap mungkin di tengah ketegangan politik,” tulis seorang pengguna X di Abu Dhabi.
Namun, sebagian pengamat menilai kunjungan ini sebagai strategi diplomatik untuk menyeimbangkan citra Trump yang kerap dikaitkan dengan kebijakan kontroversial selama masa kepemimpinannya.
Simbol Perdamaian:
Kunjungan ke masjid menegaskan pesan harmoni antaragama, terutama di tengah kata kunci: Trump kunjungi masjid, Masjid Agung Sheikh Zayed, Donald Trump Timur Tengah, Perjanjian Abraham, hubungan AS-UEA.
Diplomasi Teluk:
Langkah ini memperkuat posisi AS sebagai mitra strategis UEA, terutama setelah kesuksesan Perjanjian Abraham.
Dampak Global:
Kunjungan ini menjadi sorotan media internasional, menambah bobot pengaruh Trump di panggung dunia.
Setelah kunjungan ini, Trump dijadwalkan kembali ke AS untuk menghadiri agenda domestik, termasuk negosiasi tarif dagang yang tengah memanas. Namun, kunjungan ke Masjid Agung Sheikh Zayed ini diprediksi akan terus menjadi topik hangat, baik sebagai langkah diplomatik maupun simbol budaya.
