JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat ini tengah berada dalam posisi yang sulit akibat bocornya laporan intelijen yang mengungkapkan rincian serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran.
Laporan tersebut terkait dengan serangan menggunakan pesawat siluman B-2 Spirit yang membawa rudal penghancur bunker GBU-57. Dalam serangan ini, tujuh pesawat B-2 Spirit masing-masing membawa dua rudal GBU-57, dengan total 14 bom seberat 13,6 ton, yang dijatuhkan pada tiga lokasi strategis di Iran: Natanz, Fordow, dan Isfahan. Ketiga fasilitas ini dianggap sebagai pusat pengayaan uranium dan pengembangan teknologi nuklir Iran.
Namun, sejumlah media melaporkan bahwa serangan tersebut tidak berhasil menghancurkan target utama dari fasilitas-fasilitas tersebut. Hal ini menyebabkan Trump melampiaskan kemarahannya melalui media sosial, menuding laporan tersebut sebagai “berita palsu” dan menuduh CNN serta New York Times bekerja sama untuk merusak reputasinya sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata AS.
“Berita palsu CNN, bersama dengan New York Times yang gagal, telah bekerja sama dalam upaya untuk mengerdilkan salah satu serangan militer paling berhasil dalam sejarah,” tulis Trump di platform Truth Social.
Trump juga menegaskan bahwa semua fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan dalam serangan yang dilakukan pada Minggu (22/6/2025). Namun, laporan yang diterima oleh CNN dan AFP menyebutkan bahwa serangan udara AS belum mampu melumpuhkan infrastruktur utama program nuklir Iran. Menurut penilaian awal dari Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, komponen inti di Natanz, Fordow, dan Isfahan masih utuh. Bahkan, AFP melaporkan bahwa bom penembus bunker yang dijatuhkan hanya mampu menutup akses ke fasilitas bawah tanah, sementara bangunan penyimpanan uranium tetap tidak rusak.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut kebocoran laporan intelijen tersebut sebagai upaya untuk merusak reputasi Presiden Trump dan merendahkan para pilot yang terlibat dalam serangan tersebut. “Kebocoran penilaian yang dituduhkan ini merupakan upaya yang jelas untuk merendahkan Presiden Trump, dan mendiskreditkan pilot pesawat tempur pemberani yang melakukan misi yang dieksekusi dengan sempurna,” kata Leavitt di akun X.
Trump kembali mengonfirmasi melalui pernyataannya bahwa ketiga target tersebut telah dihancurkan sepenuhnya. “Sejumlah muatan penuh bom dijatuhkan di Fordow. Fordow sudah lenyap,” ujar Trump di Truth Social. Ia juga mengkritik media yang memberikan penilaian berbeda terhadap hasil serangan ini, menegaskan bahwa laporan tersebut tidak menghormati kerja keras dan dedikasi para personel militer yang terlibat dalam misi tersebut.