KUALA LUMPUR — Dalam forum internasional yang sarat makna diplomatik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyanjung kepemimpinan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, sebagai kekuatan yang mengubah tantangan menjadi kemajuan nyata.
Berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur Convention Center, Minggu (26/10), Trump memuji cara negara-negara ASEAN membangun stabilitas kawasan di tengah gejolak global, sekaligus menjadi motor pertumbuhan ekonomi dunia.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan kekagumannya terhadap semangat kerja sama dan visi kepemimpinan para pemimpin ASEAN yang disebutnya “luar biasa”.
Ia mengatakan, “Energi Anda, kejeniusannya — segala yang Anda lakukan, segala yang Anda sentuh, berubah menjadi emas. Anda pantas berbangga akan hal itu.”
Pernyataan Trump itu menjadi sinyal pengakuan terbuka terhadap peran strategis ASEAN dalam menjaga keseimbangan politik global, memperkuat solidaritas antarnegara, dan menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan Indo-Pasifik.
Menurut Trump, Asia Tenggara kini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi dan kepemimpinan visioner dapat menghadirkan perubahan besar dalam ekonomi dunia sekaligus meneguhkan posisi kawasan ini sebagai mitra strategis Amerika Serikat.
Trump juga menegaskan komitmen Washington untuk mempererat kerja sama dengan ASEAN di sektor perdagangan, keamanan, teknologi, dan energi, guna mendukung Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan berdaya saing tinggi.
“Kami sedang membangun kemitraan yang lebih erat di bidang energi, teknologi, kecerdasan buatan, mineral penting, dan berbagai industri lainnya.”
“Amerika Serikat ada untuk Anda. Amerika Serikat berkomitmen pada kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, dan berkembang pesat,” ujar Trump.
Pidato Trump yang dihadiri para kepala pemerintahan ASEAN, termasuk Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, menutup KTT dengan pesan optimistis: Asia Tenggara bukan hanya kawasan dengan potensi besar, tetapi juga tumpuan masa depan dunia berkat kepemimpinan yang kuat dan kolaboratif.***