KAMCHATKA, RUSIA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur Jauh, pada Rabu (30/7/2025) pukul 06.24 WIB, memicu gelombang tsunami setinggi 3-4 meter yang menerjang wilayah pesisir.
Ancaman gelombang dahsyat ini memaksa otoritas setempat memberlakukan evakuasi massal untuk melindungi warga dari bahaya.
Laporan United States Geological Survey (USGS) menyebutkan pusat gempa berada 125 km dari Petropavlovsk-Kamchatsky dengan kedalaman 19,3 km. Guncangan kuat tersebut memicu tsunami yang mencapai ketinggian signifikan di beberapa wilayah Kamchatka.
Menteri Situasi Darurat Kamchatka, Sergei Lebedev, mengonfirmasi dampak gelombang tersebut. “Tsunami setinggi 3-4 meter tercatat di beberapa bagian Kamchatka,” ujarnya, seraya mendesak warga untuk segera menjauhi garis pantai guna menghindari risiko lebih lanjut.
Gelombang tsunami ini menyebabkan kepanikan di wilayah pesisir, dengan warga berbondong-bondong mengungsi ke dataran tinggi. Video yang beredar di media sosial menunjukkan air laut membanjiri area pantai, merusak infrastruktur pesisir, dan menyapu perahu serta puing-puing. Gubernur Kamchatka, Vladimir Solodov, menyebut bencana ini sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa dekade.
“Gempa hari ini sangat serius dan merupakan salah satu gempa terkuat dalam beberapa dekade terakhir,” katanya dalam video di aplikasi Telegram.
Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk wilayah lain, termasuk Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Papua Barat, dan Papua di Indonesia. BMKG Indonesia mencatat melalui akun resmi @infobmkg di platform X,
“Peringatan dini tsunami di Sulut, Malut, Papua Barat, Gorontalo, Gempa Mag: 8.6, 30-Jul-25 06:24:54 WIB, Lok: 52.54LU, 160.07BT, Kedalaman: 43 Km.” Masyarakat diimbau menjauhi pantai dan tepian sungai. Di Jepang, Badan Meteorologi setempat memperingatkan potensi gelombang tsunami setinggi 1 meter di pesisir Hokkaido, Honshu, dan Kyushu, dengan Perdana Menteri Shigeru Ishiba membentuk posko tanggap darurat.
Otoritas Kamchatka mengerahkan tim penyelamat untuk membantu evakuasi dan menilai dampak tsunami di wilayah terdampak. Meski belum ada laporan resmi korban jiwa, kerusakan akibat gelombang tsunami dilaporkan signifikan, terutama pada infrastruktur pesisir. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang dapat memicu gelombang tambahan.
Bencana ini menegaskan ancaman serius tsunami di wilayah Cincin Api Pasifik, kawasan yang dikenal rawan aktivitas seismik. Pemerintah setempat terus memantau situasi dan mengimbau warga mengikuti arahan resmi untuk keselamatan.
