SAN FRANCISCO, AS – Gempa bumi berkekuatan 8,8 SR yang mengguncang pantai timur Rusia, Rabu (30/7/2025), memicu peringatan tsunami di wilayah Pasifik, termasuk San Francisco, Amerika Serikat, dan wilayah pesisir Jepang. Ancaman gelombang tinggi dan arus berbahaya kini membayangi kawasan tersebut.
Pusat gempa berlokasi 136 kilometer timur Petropavlovsk, Semenanjung Kamchatka, Rusia, dengan kedalaman 19 kilometer. Guncangan ini memicu peringatan tsunami di beberapa negara, termasuk Alaska dan Jepang. Di San Francisco, Departemen Manajemen Darurat setempat memperingatkan potensi arus berbahaya yang dapat menerjang pantai, dermaga, dan marina mulai pukul 00.40 waktu setempat (12.40 WIB).
Peringatan Tsunami San Francisco
“Peringatan tsunami berarti arus kuat dan berbahaya diperkirakan akan berdampak pada pantai San Francisco, dermaga pelabuhan dan marina, serta dermaga jari di area garis pantai,” demikian bunyi peringatan resmi.
Otoritas San Francisco masih mengevaluasi kebutuhan evakuasi warga di wilayah pesisir. “Arus berbahaya diperkirakan akan mulai pukul 00.40 malam ini (30/7) dan dapat berlangsung selama berjam-jam. Badan keselamatan publik San Francisco bekerja sama untuk mengevaluasi apakah evakuasi area garis pantai diperlukan, dan akan mengirimkan peringatan tambahan sesegera mungkin,” lanjut peringatan tersebut.
Senator California, Alex Padilla, mendesak warga pesisir untuk tetap waspada. “Warga California yang saat ini berada di pesisir, tetaplah waspada selama negara bagian tersebut dalam status siaga tsunami,” ujarnya.
Evakuasi PLTN Fukushima di Jepang
Di Jepang, gempa yang awalnya dilaporkan berkekuatan 8,0 SR namun direvisi menjadi 8,7 SR oleh USGS, memicu evakuasi total pekerja di PLTN Fukushima Daiichi. Fasilitas ini menjadi sorotan sejak bencana nuklir 2011 akibat gempa dan tsunami.
“Kami telah mengevakuasi seluruh pekerja dan staf di fasilitas Fukushima Daiichi,” kata juru bicara Tokyo Electric Power Company (TEPCO) kepada AFP. “Tidak ditemukan adanya kelainan atau kondisi abnormal di lokasi hingga saat ini,” tambahnya.
Badan geologi Jepang memprediksi gelombang tsunami setinggi hingga satu meter dapat menerjang pesisir Pasifik Jepang dalam tiga jam pasca-gempa pada Selasa (29/7/2025) malam. Warga diminta mengikuti arahan otoritas setempat.
Ancaman Tsunami di Pasifik
Peringatan tsunami juga dikeluarkan untuk Alaska, menurut AFP. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan otoritas Jepang terus memantau situasi untuk memberikan pembaruan terkini.
Gempa dahsyat ini mengingatkan dunia pada risiko bencana alam di wilayah Cincin Api Pasifik. Warga di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mematuhi peringatan resmi untuk keselamatan.