JAKARTA – Tujuh personel militer Amerika Serikat dilaporkan terluka dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Informasi ini disampaikan Fox News pada Rabu (7/1/2026) dengan mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.
Lima prajurit disebut telah kembali bertugas, sementara dua lainnya masih menjalani masa pemulihan. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa seluruh warga Amerika yang terluka berada dalam kondisi baik, meski jumlah resmi korban luka dan detail kondisi mereka belum diungkapkan.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dikabarkan mengalami luka ringan ketika terbentur dinding atau pintu saat pasukan keamanan AS membawa mereka keluar dari kediaman. Laporan NBC menyebut cedera berupa memar dan benturan itu terjadi sebelum keduanya melakukan kontak dengan Pasukan Khusus Delta AS.
Pasangan tersebut kemudian menjalani pemeriksaan medis di dalam pesawat, menurut sumber lain.
Operasi besar-besaran yang dilancarkan AS pada 3 Januari berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya. Keduanya diterbangkan ke New York untuk diadili berdasarkan hukum AS atas tuduhan “narko-terorisme.”
Sementara itu, Mahkamah Agung Venezuela pada Senin (5/1) menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara. Rodríguez kemudian dilantik di hadapan Majelis Nasional.