JAKARTA – Pemerintah Türkiye menyoroti serangan balasan Iran terhadap Arab Saudi dan sejumlah negara Arab lain. Menteri Luar Negeri, Hakan Fidan menyebut langkah Teheran sebagai “strategi yang sangat salah” karena justru memperburuk ketidakstabilan di kawasan.
“Pengeboman tanpa pandang bulu yang dilakukan Iran di semua tempat ini adalah strategi yang sangat salah,” ujar Fidan kepada TRT Haber, Rabu (4/3/2026), seperti dilansir Reuters dan Al Arabiya. Ia menilai Iran menggunakan pendekatan yang seolah ingin menenggelamkan seluruh kawasan jika dirinya jatuh.
Fidan memperingatkan bahwa negara-negara Arab yang menjadi sasaran serangan mungkin tidak akan tinggal diam bila serangan berlanjut. Risiko meluasnya konflik disebutnya sangat mengkhawatirkan.
Ia juga menyinggung peluang kepemimpinan baru di Iran untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. “Kompromi apa pun akan lebih baik daripada memperpanjang perang,” katanya, seraya berharap pemimpin baru Iran menunjukkan kemauan untuk mengakhiri konflik.
Sejak Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara ke berbagai wilayah Iran, menargetkan rudal, angkatan laut, serta pusat komando militer. Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sedikitnya 787 orang tewas akibat serangan tersebut.
Iran membalas dengan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan AS di Teluk. Teheran mengklaim 560 tentara AS tewas atau terluka, meski Washington hanya mengonfirmasi empat korban jiwa.