JAKARTA — Ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat, menatap laga perempat final Denmark Open 2025 dengan kewaspadaan tinggi setelah dipastikan menghadapi pasangan kuat asal India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty.
Laga Rian/Rahmat kontra wakil India yang dijadwalkan berlangsung di Jyske Arena, Jumat malam pukul 19.30 WIB, menjadi ujian besar bagi duet anyar Indonesia tersebut setelah tampil impresif di babak 16 besar.
Menurut Rian, lawan yang akan mereka hadapi bukan sembarang pasangan, mengingat Rankireddy/Shetty pernah menempati peringkat satu dunia dan menyabet berbagai gelar bergengsi termasuk juara dunia.
“Bertemu Rankireddy/Shetty pastinya tidak mudah, mereka pernah nomor satu dunia dan beberapa kali juara turnamen, tapi kami akan coba menunjukkan yang terbaik,” ujar Rian dikutip dari PBSI, Jumat.
Tantangan Berat Hadapi Rankireddy/Shetty
Rian menilai duet India tersebut tengah berada dalam performa terbaik dan memiliki pengalaman bertanding di level tertinggi yang bisa menjadi modal besar dalam laga malam nanti.
Ia menambahkan bahwa antisipasi terhadap kebangkitan performa lawan menjadi fokus utama mereka menjelang pertandingan perempat final.
Sebelumnya, Rian/Rahmat sukses melaju ke delapan besar usai menumbangkan ganda Jepang Takuchi Nomura/Yuichi Shimogami dalam duel tiga gim ketat dengan skor 21–15, 16–21, 21–17 di Jyske Arena, Jumat dini hari WIB.
Evaluasi dan Strategi Baru
Rian mengakui kemenangan atas pasangan Jepang itu tidak diraih dengan mudah, karena lawan sempat menumbangkan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di babak sebelumnya.
“Mereka (Nomura/Shimogami) kemarin mengalahkan Leo/Bagas dan kami antisipasi, setidaknya sudah ada gambaran permainan seperti apa.”
“Tapi di gim kedua dan ketiga sampai menjelang akhir kami sedikit kurang yakin dalam menerapkan pola permainan, sebaliknya lawan muncul percaya dirinya,” tutur Rian.
Rian juga menjelaskan faktor angin di lapangan yang membuat pola permainan cepat mereka sempat menjadi bumerang.
“Di gim kedua itu posisi kami kalah angin tapi kami memaksa untuk bermain cepat dan adu drive, malah jadi bumerang bagi kami sendiri,” imbuhnya.
Fokus Perbaiki Kesalahan
Rekan duetnya, Rahmat Hidayat, menilai ada sejumlah kesalahan yang harus segera dibenahi agar performa mereka lebih stabil saat meladeni ganda India.
“Pasangan Jepang punya kekuatan di no lob dan drive-drive-nya bagus. Shimogami yang pemain ganda campuran juga punya kelebihan mengatur bola yang lebih halus,” ujar Rahmat.
Rahmat menegaskan, ia dan Rian telah melakukan evaluasi mendalam agar lebih siap menghadapi tekanan dan serangan cepat khas Rankireddy/Shetty di laga penentuan nanti.
Dengan mental juang tinggi dan strategi baru, ganda muda Indonesia itu berharap bisa menciptakan kejutan di Denmark Open 2025 dan melangkah ke semifinal untuk menjaga asa Merah Putih di sektor ganda putra.***