JAKARTA — Tekanan ekonomi dan praktik penagihan yang diduga melanggar etika oleh pihak perbankan telah membuat ribuan pelaku UMKM Yogyakarta terpuruk.
Melihat hal ini, Komisi VII DPR RI akan segera memanggil bank-bank yang diduga terlibat untuk dimintai klarifikasi atas persoalan serius tersebut.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa para pelaku UMKM di wilayah Yogyakarta menghadapi tekanan berlapis.
Mereka bukan hanya belum pulih dari dampak gempa dan pandemi, tetapi juga kini dibebani dengan penyitaan aset serta pelelangan sepihak yang dilakukan oleh pihak bank.
“Bank seharusnya memberikan pemahaman yang berpihak kepada rakyat kecil, terutama untuk UMKM,” ujar Rahayu saat menemui Paguyuban UMKM Yogyakarta di Kompleks Parlemen, Kamis (24/4).
Dalam temuan Komisi VII, ada laporan tentang dugaan pemalsuan tanda tangan untuk proses pelelangan aset UMKM.
Nilai aset yang dilelang pun tidak sebanding dengan harga pasar—bahkan ada yang dilelang hanya sebagian kecil dari nilainya, mencapai miliaran rupiah.
“Bahkan ada di kondisi terburuk, adanya pemalsuan tanda tangan mereka untuk pelelangan aset-aset mereka yang nilainya itu luar biasa. Ada yang Rp4 miliar, ada yang Rp1 miliar, bahkan ada yang Rp6 miliar, tapi dilelang dengan harga yang sangat murah,” tutur Rahayu.
Kondisi ini memaksa banyak pelaku usaha gulung tikar dan melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya.
Bahkan, kata Rahayu, tidak sedikit yang mengalami tekanan mental berat hingga mengakhiri hidupnya.
“Ada yang meninggalkan anak-anak yang sangat kecil, bahkan ada yang usianya ditinggal itu satu setengah tahun, setengah tahun,” tuturnya dengan nada prihatin.
Rahayu menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menyelesaikan konflik antara UMKM dan perbankan.
Ia juga menyoroti tanggung jawab bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himbara agar lebih peduli terhadap kondisi rakyat kecil.
“Di sini kami Komisi VII sudah mendengar aspirasi, menerima aspirasi tersebut, dan turut berdukacita kepada para korban,” tegasnya.***