PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi melepas bisnis teh bermerek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, perusahaan yang berafiliasi dengan Grup Djarum milik duo konglomerat Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Nilai transaksi penjualan tersebut mencapai Rp1,5 triliun, di luar pajak yang berlaku.
Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, menyampaikan perseroan telah menandatangani Business Transfer Agreement (BTA) pada 6 Januari 2026. Ia menegaskan pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi dengan UNVR. Transaksi ini ditargetkan rampung pada 2 Maret 2026.
Penilaian independen yang dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan menunjukkan nilai pasar bisnis Sariwangi sebesar Rp1,48 triliun, sejalan dengan nilai transaksi yang disepakati kedua belah pihak.
Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap menyatakan pelepasan bisnis teh ini akan membuka ruang pertumbuhan baru bagi Sariwangi.
“Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen-segmen utama dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi, serta menegaskan komitmen kami dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ujarnya.
Bagian dari Restrukturisasi Portofolio
Penjualan Sariwangi merupakan kelanjutan dari strategi restrukturisasi portofolio Unilever Indonesia. Sebelumnya, pada November 2024, UNVR juga telah melepas bisnis es krim kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia dengan nilai transaksi sekitar Rp7 triliun, sejalan dengan kebijakan global Unilever Plc yang memisahkan bisnis es krimnya secara global.
Dari sisi kontribusi, bisnis teh Sariwangi tergolong kecil terhadap kinerja keuangan UNVR. Total asetnya hanya sekitar 2,5% dari total aset perseroan, dengan kontribusi laba bersih 3,1% dan pendapatan usaha 2,7%. Namun demikian, nilai transaksi setara dengan sekitar 45% ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025.
Padwestiana menegaskan transaksi ini tidak berdampak material terhadap operasional maupun kelangsungan usaha Unilever Indonesia.
“Penjualan bisnis teh memungkinkan perseroan merealisasikan nilai investasinya di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek,” ujarnya.
Pembeli dari Konglomerasi Hartono Bersaudara
PT Savoria Kreasi Rasa merupakan unit bisnis konsumer di bawah Grup Djarum dan telah beroperasi sejak 1984. Perusahaan ini bergerak di sektor makanan dan minuman, termasuk merek permen Fox’s yang diakuisisi dari Nestlé pada 2018.
Savoria juga telah merambah bisnis teh melalui produk Fox’s Fusion Tea, serta memproduksi berbagai merek lain seperti Kopi Tubruk Gadjah, Krizzi, Bonchef, dan Milklife.
Sementara itu, kinerja keuangan Unilever Indonesia menunjukkan tanda pemulihan hingga kuartal III 2025. Laba bersih perseroan tercatat Rp3,33 triliun, tumbuh 10,8% secara tahunan, meskipun pendapatan bersih hanya meningkat 0,7% menjadi Rp27,61 triliun.
“Hasil kinerja kuartal ketiga menjadi langkah nyata dalam perjalanan pemulihan bisnis kami,” kata Benjie.