JAKARTA – Pemerintah Korea Selatan mengumumkan pada Rabu (1/1) bahwa perekam data penerbangan (flight data recorder) dari pesawat Jeju Air yang jatuh akan dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis.
Dalam pengarahan resmi, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi menyatakan bahwa jadwal pengiriman akan ditentukan melalui konsultasi dengan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB).
Perekam data dari pesawat Jeju Air B737-800, yang ditemukan di reruntuhan Bandara Internasional Muan, dilaporkan mengalami kerusakan eksternal. Meski demikian, data dari perekam suara kokpit berhasil diambil dan sedang dikonversi menjadi file suara.
Sementara itu, dua penyelidik tambahan dari Boeing Co. telah bergabung dalam investigasi kecelakaan di Muan, sehingga total anggota tim AS menjadi 10 orang. Anggota tim meliputi enam penyelidik dari Boeing dan tiga dari NTSB.
Menurut sumber pemerintah, investigasi awal fokus pada sistem navigasi pendaratan pesawat, yakni localizer. Sistem yang terpasang di struktur beton Bandara Internasional Muan tersebut diduga menjadi faktor yang memperparah dampak kecelakaan.
Pesawat Jeju Air B737-800 diketahui mendarat dengan perut pesawat di bandara sebelum menabrak struktur beton dan meledak, menyebabkan 179 dari 181 penumpang tewas.
