JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmen penuh dalam memastikan kelancaran mudik Lebaran 2026 melalui optimalisasi kondisi jalan nasional dan penguatan sistem pengamanan perjalanan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar guna menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan minim hambatan bagi jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.
Kementerian Pekerjaan Umum menjadi ujung tombak dalam memastikan seluruh infrastruktur pendukung mudik berada dalam kondisi siap pakai sebelum puncak arus pergerakan dimulai.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Ida Nurfarida menyatakan bahwa pemerintah telah merancang skema komprehensif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama periode mudik dan arus balik.
“Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Kementerian PU memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap serta menyiapkan posko dan tim tanggap darurat.”
“Tim ini akan mengidentifikasi lokasi rawan longsor, banjir, maupun titik kemacetan dan bersiaga di posko selama masa mudik,” ujar Ida dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idulfitri, di Jakarta, Rabu (18/3).
Upaya pengamanan arus lalu lintas juga diperkuat dengan penghentian sementara proyek konstruksi yang berpotensi mengganggu mobilitas kendaraan.
“Pekerjaan konstruksi di lokasi pemanfaatan badan jalan sudah dihentikan sejak H-10 hingga H+10 Lebaran,” lanjutnya.
Selain itu, perbaikan jalan dilakukan secara masif dengan fokus pada titik-titik kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Pada jaringan jalan nasional telah ditangani sebanyak 102.389 titik lubang. Dan tim tetap siaga di lapangan untuk melakukan penanganan cepat apabila muncul lubang baru,” tambahnya.
Pemerintah juga menempatkan posko siaga lengkap dengan tim tanggap darurat di berbagai wilayah rawan bencana dan kemacetan guna mempercepat respons saat terjadi gangguan di lapangan.
“Kami juga menyiapkan disaster relief unit, lengkap dengan tim pendukung, Kami juga ada piket dan bekerja selama 24 jam,” kata Ida.
Dari sektor jalan tol, kesiapan serupa turut diperkuat oleh pihak operator guna memastikan pelayanan maksimal bagi para pengguna jalan selama periode Lebaran.
Group Chief Operating Officer Astra Infra Billy Perkasa Kadar menegaskan kesiapan penuh layanan operasional di seluruh ruas tol yang dikelola.
“Kami memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal selama periode mudik Lebaran, mulai dari kesiapan petugas, armada layanan lalu lintas, hingga fasilitas di rest area agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujar Billy.
Sinergi antara pemerintah dan pengelola jalan tol diharapkan mampu menciptakan arus mudik dan balik yang lebih tertib, lancar, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.***