JAKARTA – Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan perkembangan signifikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pada hari ketiga pasca-bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan hingga Jumat (28/11/2025).
Wilayah terdampak banjir tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kolang, sementara longsor tercatat di tujuh titik di Tapanuli Tengah dan sejumlah lokasi di Tapanuli Selatan seperti Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, Hapesong Baru, dan Batang Toru.
Data terkini menunjukkan total 2.302 kepala keluarga terdampak bencana di Tapteng dan Sibolga, dengan 142 orang selamat, 1.023 dievakuasi, 65 meninggal, dan 84 masih dalam pencarian. Di Tapanuli Selatan, 23 orang terdampak, 7 meninggal, dan 16 masih dicari.
Dalam operasi lapangan, tim mobile yang dipimpin Capt dan Bayu tiba di Posko Terpadu Tapanuli Tengah, melaksanakan rapat koordinasi dengan Bupati Tapteng, dilanjutkan briefing pembagian SRU.
Tim 1 bergerak ke Hutanabolon, Tim 2 ke Parambunan, Tim 3–5 standby di berbagai posko, sementara Tim Kansar Nias dan personel tambahan melakukan apel dan pembagian SRU sebelum melanjutkan pencarian dan penyelamatan.
Beberapa wilayah masih sulit dijangkau tim SAR akibat kerusakan infrastruktur, termasuk Aek Tolang, Jembatan Pandan Carita, dan Jembatan Anggoli; banyak fasilitas publik seperti sekolah, kantor camat, dan sarana penunjang rusak parah.
Area banjir yang sudah bisa dilalui antara lain Sibuluan Raya, Kota Sibolga, Sarudik, Pandan, Amd, dan Pesantren, memungkinkan tim SAR melakukan evakuasi lebih efektif dan distribusi bantuan.
Titik-titik evakuasi tersebar di GOR Pandan (Tapteng), SMPN 5 Parombunan dan Posko Terpadu Gedung Nasional (Sibolga).
Serta berbagai posko darurat di Tapanuli Selatan seperti Bhayangkara, mesjid, aula, dan pemukiman warga, untuk menampung korban terdampak bencana.
Personel SAR gabungan terdiri dari Pos SAR Sibolga, ABK KN Nakula, Kansar Nias, Pos SAR Simeulue, BPBD, Polres, Kodim, Polairud, KP Antareja, dan Mabes Airud, bekerja bersama menghadapi kondisi ekstrem di lapangan.
Kendala utama yang dihadapi tim meliputi listrik padam, komunikasi terbatas, wilayah tersolir, cuaca ekstrem dengan risiko banjir susulan dan longsor, jalur darat putus, serta lumpur dan sampah sisa banjir yang menghambat pergerakan.
Alat dan perlengkapan SAR yang digunakan mencakup Rescue Car I & II, sekoci KN Nakula, LCR, mopel 30PK, peralatan SAR air, mountaineering, medis, alat komunikasi, drone, APD, dan kantong jenazah, mendukung upaya penyelamatan secara optimal.
Berikut rincian kondisi terkini dan upaya penanganan pasca-bencana banjir Sibolga:
1. Wilayah Terdampak
- Banjir: Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, Kolang.
- Longsor Tapteng (7 titik): Badiri 1, Sibabangun 1, Lumut 2, Sarudik 1, Tapian Nauli 2.
- Tapanuli Selatan (banjir bandang & longsor): Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, Hapesong Baru, Batang Toru.
2. Data Korban Tapteng & Sibolga
- Total terdampak: 2.302 KK.
- Selamat: 142 orang.
- Dievakuasi: 1.023 orang.
- Meninggal: 65 orang.
- Masih dicari: 84 orang.
3. Data Korban Tapanuli Selatan
- Total terdampak: 23 orang.
- Meninggal: 7 orang.
- Masih dicari: 16 orang.
- Selamat / Evakuasi: Data belum tersedia.
4. Operasi SAR di Lapangan
-. Tim mobile (Capt & Bayu) tiba di Posko Terpadu Tapteng dan melakukan rapat koordinasi dengan Bupati Tapteng.
Pembagian SRU:
- Tim 1: SAR Hutanabolon, Tapteng.
- Tim 2: SAR Parambunan, Kota Sibolga.
- Tim 3–5: Standby dan koordinasi di posko (Nakula, Terpadu Sibolga, Terpadu Tapteng).
- Tim 6: Caraka / tim mobile.
-. Personel Kansar Nias tiba di Pelabuhan ASP Sibolga, langsung melaksanakan apel dan pembagian SRU.
-. Tim rescue bergerak sesuai rencana, Tim Bang Asa memantau dengan drone di Tukka, tim drone kembali ke Posko SAR Nakula.
5. Wilayah yang Masih Sulit Diakses
- Jalan lintas putus: Aek Tolang (kabupaten), Jembatan Pandan Carita & Jembatan Anggoli (nasional).
- Fasilitas rusak: Sekolah di Aek Kolang, kantor camat, dan fasilitas umum lainnya.
6. Area Banjar yang Sudah Bisa Dilalui
- Sibuluan Raya, Kota Sibolga, Sarudik, Pandan, Amd, dan Pesantren.
7. Lokasi Evakuasi
- Tapteng: GOR Pandan.
- Sibolga: SMPN 5 Parombunan, Posko Terpadu Gedung Nasional.
- Tapsel: Bhayangkara, tenda posko darurat, aula Bank Indonesia, mesjid Istiqoma, aula HKBP Sibolga Hutajulu, Tangga Seratus Jl. SM. Raja, mesjid Taqwa Muhammadiyah Jl. SM. Raja, surau gang Maninjau, sekitar SMPN 5 Sibolga, pemukiman Jl. Murai, Jl. Sudirman Gang Walet.
8. Potensi Tim SAR Gabungan
- Personel Pos SAR Sibolga, ABK KN Nakula, Kansar Nias, Pos SAR Simeulue, BPBD, Polres, Kodim, Polairud, KP Antareja, Mabes Airud.
9. Kendala Lapangan
- Listrik padam, jaringan komunikasi terbatas, wilayah tersolir.
- Cuaca ekstrem, risiko banjir susulan dan longsor tinggi.
- Jalur darat putus, lumpur dan sampah sisa banjir menghambat pergerakan tim.
10. Alat & Perlengkapan SAR
- Rescue Car I & II, sekoci KN Nakula, LCR + mopel 30PK.
- Peralatan SAR air, mountaineering, medis, alat komunikasi (Alkom), drone, APD, kantong jenazah.***