JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat terbatas (ratas) begitu mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2025). Agenda mendesak ini digelar usai kunjungan kenegaraan ke Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza, dengan fokus utama menyinkronkan perkembangan domestik selama dua hari absennya sang kepala negara.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan sesi ratas ini menjadi wadah krusial bagi para menteri terkait untuk menyajikan laporan terbaru.
“Update saja, update apa yang terjadi selama dua hari beliau tidak ada,” kata Sugiono usai rapat.
Sugiono menambahkan bahwa diskusi melibatkan sejumlah pejabat kunci yang bertanggung jawab atas isu-isu prioritas nasional.
“Sama menteri-menteri yang terkait di situ,” tuturnya, meski ia memilih merahasiakan detail mendalam untuk menjaga kerahasiaan proses pengambilan keputusan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan salah satu sorotan utama dalam ratas adalah laporan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir. Fokusnya tertuju pada performa Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026, yang sayangnya belum membuahkan hasil positif.
“Menteri Pemuda dan Olahraga melaporkan kepada Bapak Presiden sekaligus memohon maaf bahwa Timnas kita belum berhasil untuk lolos ke Piala Dunia 2026,” ujar Prasetyo.
Langkah cepat Prabowo ini mencerminkan komitmen pemerintahan untuk menjaga momentum pembangunan nasional di tengah agenda internasional yang padat. KTT Perdamaian Gaza di Mesir, yang dihadiri Prabowo sebagai representasi Indonesia, menekankan upaya global gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan bagi Palestina—isu yang kian relevan dengan posisi diplomatik Jakarta di panggung dunia.
Dari sisi domestik, ratas semacam ini menjadi instrumen efektif bagi Prabowo untuk memastikan kebijakan luar negeri selaras dengan prioritas dalam negeri, termasuk olahraga sebagai pilar pembangunan pemuda. Kehadiran Erick Thohir dalam forum ini juga menandakan perhatian serius pemerintah terhadap cabang sepak bola, meski tantangan lolos Piala Dunia 2026 masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi PSSI dan stakeholder terkait.
Hingga kini, pemerintah terus mendorong reformasi di sektor olahraga, dengan harapan prestasi Timnas Garuda bisa rebound di kompetisi mendatang. Sementara itu, update dari KTT Gaza diharapkan segera diintegrasikan ke dalam strategi diplomasi Indonesia, memperkuat peran negara sebagai jembatan perdamaian di Timur Tengah.