JAKARTA — Liburan panjang memang selalu terasa menyenangkan. Namun, tidak jarang rasa malas datang, bahkan semangat hilang begitu hari pertama masuk kerja atau sekolah tiba. Perasaan tersebut merupakan hal yang umum terjadi dan disebut sebagai post-holiday blues.
Post-holiday blues adalah kondisi psikologis berupa munculnya perasaan sedih, hampa, hingga tidak bergairah yang kerap datang setelah masa liburan berakhir. Kondisi ini bukan sekadar rasa malas biasa. Dalam sejumlah kasus, seseorang bisa merasakan tekanan emosional yang cukup berat, mulai dari kecemasan, stres, hingga gejala ringan depresi, seiring kembalinya rutinitas harian yang terasa jauh lebih datar dibandingkan hari-hari liburan. Berikut penjelasan lebih detailnya, dilansir dari Alodokter.
Apa Saja Tandanya?
Gejala post-holiday blues bisa berbeda pada setiap orang, tetapi ada sejumlah tanda umum yang patut diwaspadai. Penderitanya kerap merasa sedih tanpa alasan yang jelas saat liburan usai, disertai rasa cemas dan stres ketika harus kembali menjalani aktivitas normal.
Selain itu, motivasi dan konsentrasi pun ikut menurun drastis. Tidur menjadi tidak nyenyak atau bahkan terganggu insomnia. Suasana hati memburuk, pikiran mudah melayang, dan tubuh terasa lelah meski tidak melakukan banyak hal. Tak jarang, kondisi ini juga memicu mudah tersinggung, frustrasi, serta merosotnya rasa percaya diri.
Langkah-Langkah untuk Bangkit
Kabar baiknya, post-holiday blues bisa diatasi dengan beberapa langkah sederhana yang bisa dimulai dari rumah.
Salah satu cara paling efektif adalah membuka percakapan dengan orang-orang terdekat, baik lewat sambungan telepon maupun pertemuan langsung. Berbagi cerita tentang apa yang dirasakan dapat meringankan beban emosional secara signifikan.
Aktivitas fisik juga menjadi kunci penting. Olahraga yang disukai, sekecil apa pun, terbukti mampu merangsang produksi hormon endorfin yang berperan membangun perasaan bahagia secara alami. Menonton tayangan hiburan yang ringan dan mengundang tawa pun bisa menjadi pelarian yang sehat untuk meredakan stres.
Selain itu, memperhatikan pola istirahat dan asupan makanan turut berpengaruh besar. Konsumsi ikan, cokelat hitam, teh hijau, serta biji-bijian utuh diketahui dapat membantu menstabilkan suasana hati. Sesekali melangkah keluar rumah untuk menghirup udara segar atau sekadar menyapa tetangga di sekitar tempat tinggal juga bisa menjadi cara sederhana untuk mengusir kejenuhan.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Post-holiday blues sejatinya adalah hal yang wajar dan dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia maupun latar belakang. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan akan mereda seiring tubuh serta pikiran yang kembali beradaptasi dengan rutinitas.
Namun demikian, apabila perasaan sedih dan kehilangan semangat tersebut tidak kunjung membaik dalam beberapa pekan, bahkan mulai mengganggu produktivitas dan hubungan sosial, sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Penanganan yang tepat sejak dini akan membantu pemulihan berjalan lebih cepat dan terarah. (ACH)