JAKARTA – Max Verstappen gagal finis pada Grand Prix China, Minggu (15/3/2026) setelah mobil RB22 miliknya mengalami kerusakan elektronik terkait pendinginan ERS. Sebelumnya, ia sempat bangkit dari start buruk hingga menempati posisi ketujuh, namun terpaksa menghentikan balapan.
Juara dunia empat kali itu mengakui akhir pekan di Shanghai sangat sulit sejak sesi latihan. “Minggu ini sangat buruk. Akan sangat membantu jika saya bisa memulai balapan dengan normal. Kami juga mengalami degradasi ban yang sangat tinggi, mungkin lebih parah dibanding tim lain. Itu masalah terbesar saat ini,” ujarnya, dilansir dari Speedweek.
Verstappen menambahkan bahwa keseimbangan mobil Red Bull masih jauh dari harapan. “Kami memiliki lebih banyak masalah daripada yang diperkirakan. Saya harap jeda setelah Jepang bisa digunakan untuk membuat kemajuan,” katanya.
Dengan nada realistis, Verstappen menegaskan tim tidak akan menyerah meski menghadapi tantangan besar. “Mereka memberikan yang terbaik, dan itulah yang membuat ini sangat menyakitkan. Karena saya tahu mereka bisa melakukannya. Tapi saat ini, kita belum berada di tempat yang seharusnya,” pungkasnya.