JAKARTA – Sesi latihan terakhir Grand Prix Australia berakhir lebih cepat bagi Max Verstappen. Pembalap asal Belanda itu kehilangan kendali bahkan sebelum menyelesaikan satu putaran cepat. Saat mengerem di Tikungan 1 pada tes kualifikasi pertamanya, poros belakang mobil tiba-tiba terkunci sehingga membuatnya berputar dan keluar dari lintasan.
Beruntung, juara GP 71 kali itu tidak mengalami cedera serius meski sempat memegang pergelangan tangan usai insiden. Mantan pembalap GP, Martin Brundle, menekankan pentingnya refleks melepas tangan dari kemudi saat kecelakaan.
“Jika seorang pembalap mengalami kecelakaan, ia harus selalu melepaskan tangannya dari kemudi, karena hentakan balik dapat dengan cepat menyebabkan cedera pada persendian atau ibu jari,” ujarnya, dilansir dari Speedweek, Sabtu (7/3/2026).
Verstappen sendiri mengaku terkejut. “Saya belum pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya, saya mengerem dan poros belakang terkunci,” katanya.
Kepala tim Laurent Mekies menyebut insiden itu sangat disayangkan, namun menegaskan kondisi Verstappen baik-baik saja. “Saat ini, kami mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi. Lepasnya bagian belakang mobil secara tiba-tiba itu terlihat sangat brutal dan tidak biasa. Kami harus menganalisisnya,” ujarnya.
Direktur teknis Red Bull Racing, Pierre Waché, kemudian mengonfirmasi penyebab kecelakaan. “Penyebab kecelakaan itu adalah perangkat lunak yang rusak. Hal itu menyebabkan terlalu banyak energi menumpuk di poros belakang pada saat itu, yang mengakibatkan poros belakang terkunci,” jelasnya.
Ia menambahkan masalah tersebut mudah diatasi dan tidak mengkhawatirkan untuk balapan utama. Waché memperkirakan tanpa insiden itu, Verstappen akan tertinggal sekitar tiga persepuluh detik dari Mercedes tercepat, yang berarti start dari posisi kedua di belakang George Russell.