Juara dunia empat kali Max Verstappen melontarkan peringatan keras soal masa depannya di Formula 1. Pembalap asal Belanda itu mengisyaratkan bisa pensiun pada 2031 jika F1 terus memaksakan kalender panjang berisi 24 balapan per musim.
Dalam wawancara akhir musim bersama Viaplay, Verstappen mengaku sulit membayangkan dirinya masih balapan hingga usia 34 tahun dengan ritme kompetisi seberat sekarang.
“Saya tidak melihat diri saya mengemudi di Formula 1 sampai usia 44 tahun, apalagi dengan 24 balapan per musim. Bahkan berada di F1 pada usia 34 tahun saja menurut saya sudah terlalu lama,” ujar Verstappen.
Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa Verstappen mungkin hanya menyisakan sekitar lima musim lagi di F1, meskipun kontraknya bersama Red Bull Racing masih berlaku hingga 2028.
Isu masa depan ini mencuat setelah musim 2025 yang dramatis, ketika Verstappen gagal mempertahankan gelar juara dunia dengan selisih tipis dua poin dari Lando Norris, meski berhasil meraih delapan kemenangan—terbanyak dibanding pembalap lain.
Jadwal Padat Jadi Sorotan Pembalap
Kritik Verstappen sejalan dengan keresahan yang juga disuarakan sejumlah pembalap senior mengenai beban fisik dan mental kalender F1 yang kian padat. Juara dunia dua kali Fernando Alonso bahkan menyebut tuntutan perjalanan F1 sudah berada di titik yang sulit diterima.
Alonso menyoroti fase akhir musim yang ekstrem, termasuk penerbangan hingga 17 jam dan perbedaan waktu 13 jam antara Grand Prix Las Vegas dan Qatar.
“Saya rasa tidak ada olahraga lain di dunia yang mau menerima kondisi seperti ini,” kata Alonso usai GP Las Vegas.
Di sisi lain, CEO F1 Stefano Domenicali tetap membela kalender 24 balapan. Menurutnya, jumlah tersebut masih wajar jika dibandingkan dengan cabang olahraga global lain yang menggelar 80 hingga 100 pertandingan per musim.
Musim 2026 pun dipastikan kembali menghadirkan 24 seri balapan, termasuk penambahan sirkuit baru di Madrid.
Prioritas Hidup Mulai Bergeser
Di luar lintasan, fokus Verstappen juga mulai meluas. Ia dan pasangannya Kelly Piquet menyambut kelahiran putri pertama mereka, Lily, pada Mei 2025. Selain itu, Verstappen kerap mengungkap ketertarikannya menjajal dunia sim racing, balap GT, hingga ajang legendaris 24 Hours of Le Mans.
Sejumlah analis menilai, panjang-pendeknya karier Verstappen di F1 akan sangat bergantung pada daya saingnya dalam perebutan gelar. Sang juara diyakini tak tertarik sekadar mengisi posisi papan tengah.