JAKARTA — Belakangan ini, istilah cortisol spike atau cortisol level ramai berseliweran di media sosial dalam bentuk meme dan video lucu.
Dilansir dari Know Your Meme Indonesia, istilah ini merupakan kata gaul sekaligus reaction image berupa GIF yang dipakai secara humoris untuk menggambarkan momen-momen penuh tekanan, rasa kaget, malu, atau ketidaknyamanan psikologis.
Visualisasinya berupa meteran dari low ke high yang ditempelkan pada video, menandai kapan seseorang tampak merasakan lonjakan atau penurunan kadar kortisol.
Lantas, Apa Sebenarnya Cortisol Spike Itu?
Kortisol adalah hormon yang diproduksi tubuh saat mengalami stres.
Namun, perannya jauh lebih luas dari sekadar “hormon stres.”
Produksi kortisol diatur secara bersamaan oleh tiga organ, yakni hipotalamus di otak, kelenjar pituitari, dan kelenjar adrenal.
Ketika kadarnya menurun, ketiga organ tersebut bekerja sama untuk mencukupinya kembali.
Fungsi Kortisol bagi Tubuh Manusia
Dilansir dari Halodoc, hormon kortisol memiliki enam fungsi sebagai berikut:
- Memengaruhi pembentukan ingatan. Kortisol berperan dalam proses penyimpanan dan pengambilan memori, terutama saat seseorang berada dalam kondisi tertekan.
- Melawan peradangan dalam tubuh. Hormon ini membantu sistem imun mengendalikan respons peradangan agar tidak berlebihan.
- Mengendalikan keseimbangan garam dan air. Kortisol turut mengatur keseimbangan cairan tubuh sehingga fungsi organ tetap optimal.
- Mengatur kadar gula darah. Hormon ini membantu memastikan tubuh memiliki cukup energi, terutama dalam situasi darurat atau stres.
- Menyesuaikan tekanan darah. Kortisol membantu tubuh merespons perubahan kondisi fisik dengan menstabilkan tekanan darah.
- Mendukung perkembangan janin. Pada ibu hamil, kortisol memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang janin di dalam kandungan.
Jadi, meski sering dijadikan bahan candaan di dunia maya, kortisol sejatinya adalah hormon vital yang bekerja keras menjaga keseimbangan tubuh setiap harinya. (FB)