JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disebut-sebut tengah mempermalukan anggota DPR saat membahas utang negara ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut ternyata tidak sesuai fakta. Hal tersebut seperti dijelaskan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), Jumat (18/7/2025).
Video yang beredar luas di Facebook itu menarasikan seolah-olah Sri Mulyani menegur keras para anggota Dewan terkait utang negara Indonesia.
Potongan video tersebut bahkan disertai judul provokatif yang mengesankan adanya konfrontasi tajam di ruang sidang. Namun, hasil penelusuran menunjukkan bahwa informasi tersebut keliru dan menyesatkan.
Berdasarkan laporan Kompas.com, video yang sama pernah diunggah oleh Kompas TV di kanal YouTube resminya pada 5 April 2024.
Setelah ditelaah, isi video itu tidak menunjukkan Sri Mulyani membahas utang negara di hadapan DPR, melainkan menampilkan momen saat dirinya memberikan keterangan dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Dengan demikian, video tersebut telah dikeluarkan dari konteks aslinya dan digunakan untuk menyebarkan disinformasi,” tulis Kemenkomdigi.
Sumber resmi memastikan bahwa “tidak ada pernyataan Sri Mulyani terkait utang negara” dalam video tersebut.
Artinya, klaim yang menyebut dirinya mempermalukan wakil rakyat hanyalah hasil manipulasi informasi yang disengaja.
Rekayasa ini menjadi contoh lain dari bagaimana konten digital dapat dipelintir untuk membentuk opini publik secara keliru.
“Isu seperti ini menandai pentingnya literasi digital dan kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi daring. Terlebih di tahun politik, narasi yang menyesatkan kerap dimanfaatkan untuk memecah opini masyarakat.”
Peran media arus utama dan klarifikasi dari sumber tepercaya menjadi kunci untuk membendung penyebaran hoaks yang bisa merusak kepercayaan publik.***