JAKARTA – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono memperingatkan ancaman serius sampah mikroplastik terhadap kesehatan manusia.
Dalam pernyataannya, ia menyebut sampah bukan hanya masalah estetika, tetapi juga ancaman eksistensial bagi keberlanjutan hidup di Bumi.
“Setiap minggu, kita mengonsumsi mikroplastik seukuran kartu kredit. Ini sudah masuk ke darah, paru-paru, bahkan air susu ibu,” ungkap Diaz Hendropriyono dalam Acara 1 tahun Prabowo Gibran Piala Adhikarya Garuda TV, Senin (20/10/2025).
Diaz menegaskan mikroplastik yang berasal dari degradasi sampah plastik dapat masuk ke tubuh melalui mata, paru-paru, hingga sistem peredaran darah, menyebabkan dampak kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang buruk menjadi akar masalah. “Sampah kita luar biasa banyaknya, dan sebagian besar tidak termanage dengan baik. Paradigma lama hanya mengumpulkan, mengangkut, dan membuang ke TPA sudah tidak relevan,” tambahnya.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan, Indonesia menghasilkan sekitar 68 juta ton sampah per tahun, dengan 60 persen berupa sampah plastik.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seperti Bantar Gebang kini telah kelebihan kapasitas, dengan tumpukan sampah mencapai ketinggian 18 tingkat.
Diaz menekankan perlunya solusi inovatif untuk mengelola sampah, termasuk pengurangan plastik sekali pakai dan pengembangan teknologi daur ulang.
“Kita harus bertindak cepat, atau masa depan manusia akan bergantung pada bagaimana kita menghadapi mikroplastik ini,” tutupnya.