JAKARTA – Dalam upaya merancang arah baru pembangunan ekonomi Indonesia, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menyoroti pentingnya ekonomi perawatan sebagai sektor strategis masa depan.
Saat menutup Forum Group Discussion (FGD) Pokja Ekonomi Perawatan pada Rabu, 25 Juni 2025, di Jakarta, Wamen PPPA menegaskan bahwa sektor ini menyimpan potensi ekonomi yang belum tergarap maksimal.
“Kemen PPPA menaruh harapan besar pada sinergi dan kolaborasi bersama Kementerian dan Lembaga agar ekonomi perawatan menjadi bagian dari roadmap pembangunan nasional. Kata kuncinya adalah kerja sama.”
“Ini bukan sekadar diskusi, ini adalah langkah awal agar kerja-kerja perawatan diakui sebagai fondasi ekonomi baru, terutama bagi perempuan lima tahun ke depan,” ujar Wamen PPPA, Veronica Tan.
Gagasan ekonomi perawatan, atau care economy, kini mendapat sorotan setelah pandemi global menyadarkan dunia pada pentingnya layanan perawatan, baik yang dibayar maupun tidak.
Menurut Veronica, Indonesia harus mengejar ketertinggalan dalam merespons isu ini melalui langkah nyata dan kolaboratif, seperti pembentukan Pokja lintas kementerian dan lembaga.
Sinergi Kebijakan Demi Pekerja Perawatan
Wamen PPPA menekankan bahwa kelompok kerja ekonomi perawatan bertujuan memfasilitasi lahirnya regulasi lintas sektor yang berpihak pada para pekerja, khususnya perempuan yang selama ini terlibat dalam kerja-kerja domestik tanpa kompensasi.
“Kita perlu regulasi yang mengakui kerja perawatan, baik yang berbayar maupun tidak. Kita juga perlu skema pelatihan dan sertifikasi, layanan perawatan publik yang terjangkau, serta pendataan kontribusi kerja perawatan terhadap ekonomi nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Veronica menyoroti kenyataan bahwa mayoritas pekerjaan perawatan di Indonesia masih dibebankan pada perempuan—dari merawat anak, lansia, hingga anggota keluarga sakit—dan banyak di antaranya dilakukan secara cuma-cuma tanpa pengakuan hukum dan ekonomi.
Transformasi Care Economy sebagai Arah Global
Dalam paparannya, Veronica mengungkapkan bahwa tren global sudah mengarah pada penguatan sektor ini, seperti yang ia temui dalam forum ekonomi perawatan di Singapura.
Negara tetangga tersebut telah mengintegrasikan isu populasi menua ke dalam sistem ekonomi dengan menciptakan ekosistem kerja perawatan yang produktif dan berkelanjutan.
“Saya melihat pemerintah Singapura menjadikan isu aging population sebagai prioritas, dan itu mendorong tumbuhnya ekosistem kerja perawatan di sana dan membuka peluang ekonomi.”
“Care economy adalah paradigma baru bahkan di tingkat global. Kita perlu membangun kapasitas dan meningkatkan keterampilan para pekerja perawatan ini, agar mereka bisa diakui, dibayar, dan menjadi bagian dari siklus ekonomi yang baru,” jelasnya.
Pokja Lintas Sektor untuk Perubahan Paradigma
Pembentukan Pokja Ekonomi Perawatan disebut sebagai langkah konkret dari pemerintah untuk menjadikan kerja-kerja perawatan sebagai bagian dari target nasional.
Pokja ini juga diharapkan mampu mendorong perubahan paradigma terhadap kerja domestik dan meningkatkan standar perlindungan bagi pekerja perawatan, baik di dalam negeri maupun yang bekerja di luar negeri.
“Pokja ini penting untuk mengubah paradigma tentang pekerjaan domestik, menjamin hak pekerja perawatan, mengakui keberadaan kerja-kerja perawatan, dan bagaimana care economy dijadikan target ekonomi nasional.”
“Kita mendorong lahirnya kebijakan agar standarisasi pekerja perawatan kita bisa naik, dan ketika mereka bekerja di luar (negeri) mereka merasa aman karena haknya terpenuhi,” jelas Wamen PPPA.
Menutup sambutannya, Veronica Tan memberikan apresiasi kepada para mitra strategis, baik dari kementerian/lembaga nasional maupun mitra internasional seperti ILO, yang telah memberikan kontribusi besar dalam menjadikan isu ekonomi perawatan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan Indonesia.***
