Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak geger setelah sebuah lubang raksasa muncul di tengah area persawahan di kawasan pertanian Pombatan. Dilansir dari Detikcom, fenomena alam mengejutkan ini terjadi pada Minggu (4/1/2026) dan sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Lubang besar tersebut muncul di sawah milik Adrolmios alias Si Ad (61), warga Nagari Situjuah. Ia mengaku baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 11.00 WIB.
“Saya baru tahu kejadiannya tadi sekitar jam sebelas,” ujar Adrolmios kepada wartawan.
“Mak Etek cerita, dia dengar suara seperti dentuman atau ledakan,” lanjut Adrolmios.
Saat dihampiri, sawah yang sebelumnya sudah mengalami retakan akibat kemarau itu ternyata telah amblas dan membentuk lubang besar. Seiring waktu, diameter lubang tersebut dilaporkan terus melebar. Di bagian dalamnya terdapat genangan air dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai sekitar 20 meter.
Hingga sore hari, ratusan warga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan langsung fenomena langka tersebut. Aparat kepolisian telah memasang garis polisi guna mengamankan area dan mencegah warga mendekat terlalu dekat. Meski demikian, suara dentuman dari dalam lubang masih sesekali terdengar dan memicu rasa cemas sekaligus penasaran warga.
Anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mengaku telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Limapuluh Kota. Ia meminta agar tim BPBD segera turun ke lapangan untuk melakukan kajian menyeluruh.
“BPBD perlu segera ke lokasi untuk melihat langsung dan melakukan kajian agar masyarakat tidak cemas,” kata Fajar.
Dugaan Fenomena Sinkhole
Sementara itu, Geolog Sumatera Barat Ade Edwar menjelaskan bahwa fenomena tersebut diduga kuat merupakan sinkhole atau tanah amblas alami.
Menurutnya, sinkhole umumnya terjadi di wilayah yang lapisan bawah tanahnya tersusun dari batuan kapur atau gamping, yang mudah larut oleh air.
“Perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan jenis batuannya, tetapi sinkhole memang lazim terjadi di daerah dengan batuan kapur di bawah permukaan,” jelas Ade.
Meski belum bisa dipastikan sepenuhnya, Ade memperkirakan lubang raksasa di Situjuah Batua berkaitan dengan jalur perbukitan kapur Halaban hingga kawasan PLTA Agam, yang dikenal memiliki struktur batuan serupa.
Saat ini, lokasi kejadian masih dijaga ketat sembari menunggu hasil kajian teknis dari pihak berwenang guna memastikan penyebab pasti serta potensi risiko lanjutan bagi warga sekitar.