JAKARTA – Pada 1 Januari 2025, ribuan warga Turki menggelar unjuk rasa di Jembatan Galata, Istanbul, untuk menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang tengah menderita akibat serangan militer Israel.
Aksi ini diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat sipil yang menuntut penghentian segera tindakan genosida oleh Israel di Gaza.
Unjuk rasa ini merupakan bentuk protes atas serangan yang dimulai pada 7 Oktober 2023, yang telah menewaskan lebih dari 45.500 orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Serangan ini juga menyebabkan kehancuran besar-besaran terhadap infrastruktur di Gaza, menjadikannya wilayah yang tidak lagi dapat dihuni. Selain itu, blokade ketat yang diberlakukan oleh militer Israel memicu krisis serius di Gaza, dengan sekitar 2,3 juta penduduk menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari pangan hingga akses kesehatan.