JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian / Wamentan Sudaryono, menegaskan dirinya akan terus memantau pendistribusian dan harga bahan pangan.
Hal ini menurut Wamentan Sudaryono untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Wamentan Sudaryono sudah melakukan sidak langsung ke beberapa wilayah, memantau pelaksanaan operasi pasar (OP) pangan murah. Kegiatannya ini kerab ia bagikan melalui berbagai platform media sosial.
Hal ini pun mengundang para warganet untuk mengajukan pertanyaan, mengeluh hingga mengungkapkan apresiasinya.
“Maaf Pak. Kenapa harga-harga bahan pokok di Indonesia tidak kayak di negeri-negeri lain, kalau di negeri tetangga stabil terus. Apa pemerintah Indonesia tidak bisa kayak negeri lain,” tulis satu akun.
Wamentan Sudaryono pun bertanya balik. “Tetangga mana? Kita malah lebih kurang. Negara tetangga lagi krisis malah, cek di berita.”
“Infonya ke mana mencari supaya bisa ikut serta (pasar murah),” tanya satu akun. “Cek ke kantor pos ya,” jawab Wamentan.
Ada juga warga Indramayu yang mengeluhkan harga masih mahal. “Di Indramayu masih mahal, telor sekilo 35 ribu,” tulis akun tersebut.
“Coba cek ke kantor pos,” jawab Wamentan.
Pertanyaan senada disampaikan satu akun, yang tidak menyebutkan dari mana berasal. “Kami di sini belum ada pasar murah Pak. Biar tak dapat BLT (bantuan langsung tunai) yang penting harga-harga murah, kami sudah terbantu,” tulis akun tersebut.
Jawaban yang sama pun disampaikan Wamentan. “Coba cek ke kantor pos.”
Selain itu ada juga warganet yang mengeluhkan pihak-pihak yang suka menimbun bahan pangan.
“Jangan sampai ada boking dari orang-orang pegawai Kantor Pos Pak. Takutnya ditimbun buat dijual lagi karena harga eceran hari-hari biasa selain ramadan itu tinggi contoh minyak kita di eceran 18 ribu,” tulis akun tersebut.
“Kalau ada yang timbun-timbun lapor ke saya,” tegas Wamentan.
Warganet juga memberikan apresiasinya kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini.
“Baru kali ini, semua kabinet kerjasama, mengikuti program presiden. Pemerintah daerah yang tidak ikut pusat, copot aja Jendral,” tulis satu akun. “Panjang umur presidenku,” timpal akun lainnya.
Seperti diketahui, pemerintah bekerja sama dengan sejumlah BUMN pangan seperti Perum BULOG, PT RNI, PTPN, PT Berdikari, dan PT PPI untuk memastikan ketersediaan stok pangan di pasaran.
Operasi pasar ini akan berlangsung mulai 24 Februari hingga 29 Maret 2025, yang diharapkan dapat mengatasi potensi kenaikan harga yang biasa terjadi menjelang Lebaran.***