Parfum bukan sekadar pengharum tubuh, ia adalah “identitas” yang menyempurnakan penampilan. Tak jarang, kita rela merogoh kocek dalam demi aroma eksklusif dari brand ternama. Namun, tahukah kamu bahwa cairan aromatik ini punya masa berlaku? Jangan sampai niat hati ingin tampil wangi, malah berakhir dengan aroma aneh atau ruam di kulit.
Berapa Lama Parfum Bisa Bertahan?
Secara umum, sebuah parfum memiliki masa hidup satu hingga tiga tahun setelah botolnya pertama kali disemprotkan (terpapar udara). Namun, daya tahan ini bukan harga mati. Amandine Pallez, Senior Creative Director di Bvlgari Parfums, menjelaskan bahwa ketahanan parfum sangat bergantung pada struktur aromanya.
Aroma berat seperti Wood, Amber, dan Leather memiliki stabilitas kimia yang tinggi dan bisa bertahan lebih dari tiga tahun. Sementara aroma ringan seperti Citrus atau bunga yang segar cenderung lebih cepat teroksidasi.
Waspadai 3 Tanda Parfum Kedaluwarsa
Menurut para ahli, tanda parfum sudah “mati” bukan hanya karena wanginya memudar, tapi karena karakternya berubah total. Waspadai parfum jika memiliki ciri-ciri berikut :
-
Perubahan Aroma: Jika parfummu mulai tercium asam, tajam, atau memiliki bau mirip logam dan plastik, itu tandanya oksidasi sudah terjadi.
-
Warna Cairan Berubah: Perhatikan warnanya. Jika cairan yang semula bening atau kekuningan berubah menjadi cokelat gelap atau keruh, itu sinyal kuat kerusakan kimia.
-
Kekuatan “Top Note” Menghilang: Wangi pertama yang tercium saat disemprotkan biasanya akan hilang atau berubah menjadi aneh pada parfum yang sudah lama.
Tips Jitu Agar Parfum Awet dan Hemat
Agar investasi wangimu tidak terbuang percuma, ikuti langkah-langkah storage berikut:
-
Hindari Cahaya & Panas: Sinar matahari dan suhu lembap (seperti di kamar mandi) adalah musuh utama parfum. Simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap.
-
Tetap di Botol Aslinya: Jangan memindahkan cairan parfum ke botol lain karena paparan udara selama pemindahan akan mempercepat oksidasi.
-
Pilih Kadar Alkohol Tinggi: Secara alami, alkohol berfungsi sebagai pengawet. Jenis Eau de Parfum (EDP) umumnya lebih awet dibanding Eau de Cologne.
Parfum yang sudah kedaluwarsa dan teroksidasi berisiko memicu ruam atau iritasi bila terkena kulit secara langsung. Jika kamu tetap ingin mempertahankan aromanya, cobalah semprotkan pada sapu tangan atau pakaian, namun tetaplah waspada terhadap risiko noda atau reaksi alergi.