Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh benturan antara politik global dan budaya populer. Sebuah video hasil rekayasa Kecerdasan Buatan (AI) yang mentransformasikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi karakter ninja utama dalam serial legendaris Naruto, sukses memicu gelombang amarah dan reaksi keras dari para penggemar anime di Jepang.
Tak main-main, hampir 20.000 orang telah menandatangani petisi daring. Mereka memprotes keras penyalahgunaan properti intelektual berupa karakter manga dan anime dalam unggahan politik yang terafiliasi dengan Trump serta Gedung Putih.
Melansir laporan South China Morning Post, Rabu (10/6/2026), kegaduhan ini bermula saat sebuah video diunggah ke platform Truth Social pada Sabtu (7/6/2026). Dalam video tersebut, Trump digambarkan secara visual mengenakan atribut layaknya Naruto Uzumaki.
Isi Video AI: Dari Ninja Konoha hingga Tancap Bendera di Bulan
Usut punya usut, klip kontroversial tersebut merupakan bagian dari video musik buatan AI untuk lagu berjudul “Thank You, President Trump”. Lagu ini digubah oleh Anthony Constantino, seorang politikus Partai Republik asal New York yang kebetulan sedang mendapat sokongan penuh dari Trump untuk maju ke Kongres.
Video propaganda tersebut dirancang untuk memoles citra Trump seolah-olah ia adalah sosok pahlawan yang dikagumi di seantero jagat. Selain adegan bertema Naruto, video AI tersebut juga menampilkan berbagai cuplikan absurd lainnya, seperti menampilkan Trump sedang menunggangi unta, memperlihatkan Trump berdiri gagah di depan Menara Miring Pisa di Italia dan menggambarkan momen dramatis saat Trump menancapkan bendera Amerika Serikat di permukaan Bulan.
Ini bukan kali pertama sang presiden memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan demi kepentingan citra politiknya. Sebelumnya pada Maret lalu, Gedung Putih juga sempat dihujani kritik karena diduga kuat mencampuradukkan rekaman asli serangan militer AS terhadap Iran dengan potongan adegan dari film layar lebar serta anime populer lain, termasuk Yu-Gi-Oh!.
Suara Hati Fans Jepang: Jangan Nodai Pesan Asli Anime
Merespons video ninja ala Trump tersebut, komunitas penggemar anime di Jepang langsung bergerak cepat. Petisi yang awalnya sempat dibuat pada bulan Maret tersebut sengaja dibuka kembali pada Selasa (9/6/2026) sebagai langkah darurat untuk mendesak para pemegang hak cipta (copyright holders) di Jepang agar segera mengambil tindakan hukum.
Para penggagas petisi menilai, tindakan mencatut ikon budaya seperti Naruto untuk kepentingan kampanye politik atau pamer kekuatan militer adalah sebuah kekeliruan besar yang menodai esensi dari karya itu sendiri.
“Selama bertahun-tahun, karya-karya ini telah menginspirasi penonton di seluruh dunia dengan menyampaikan nilai-nilai luhur seperti keberanian, persahabatan, dan ketekunan,” bunyi poin keberatan dalam petisi tersebut.
“Karena itu, banyak penggemar merasa sangat khawatir ketika gambar dari karya-karya (manga/anime) ini tampaknya digunakan dalam konteks politik atau militer yang mungkin sangat berbeda, bahkan bertolak belakang dari maksud pencipta asli atau pemegang hak.”