Menanggapi eskalasi militer yang kian mencekam di Timur Tengah pascaserangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) resmi mengeluarkan status siaga bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.
Melalui Direktorat Pelindungan WNI, Kemlu menegaskan bahwa komunikasi intensif terus dijalin dengan seluruh Perwakilan RI di kawasan konflik guna memastikan keselamatan ribuan warga kita di sana.
Protokol Keselamatan WNI
Kemlu meminta seluruh WNI yang berada di wilayah terdampak untuk:
-
Tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan ekstra.
-
Mengikuti arahan otoritas keamanan setempat dengan patuh.
-
Menjaga komunikasi berkala dengan KBRI atau KJRI terdekat.
-
Menunda perjalanan: Masyarakat yang berencana transit atau menuju Timur Tengah sangat disarankan untuk menjadwalkan ulang perjalanan hingga situasi benar-benar kondusif.
“Kami terus melakukan asesmen menyeluruh terhadap dinamika keamanan di lapangan guna menentukan langkah penanganan selanjutnya,” tulis Kemlu dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026).
Daftar Hotline Darurat (Update 1 Maret 2026)
Jika Anda atau kerabat mengalami kendala perjalanan atau situasi darurat di wilayah konflik, segera hubungi nomor-nomor berikut:
-
Direktorat Pelindungan WNI (Pusat): +62 812-9007-0027
-
KBRI Tehran (Iran): +98 9914668845 / +98 9024668889
-
KBRI Baghdad (Irak): +964 7769842020
-
KBRI Beirut (Lebanon): +961 70817310
-
KBRI Damaskus (Suriah): +963 954444810
-
KBRI Riyadh (Arab Saudi): +966 569173990
-
KJRI Jeddah (Arab Saudi): +966 503609667
-
KBRI Abu Dhabi (UEA): +971 566156259
-
KJRI Dubai (UEA): +971 564170333 / +971 563322611
-
KBRI Doha (Qatar): +974 44657945 / 33322875
-
KBRI Kuwait City: +965 97206060
-
KBRI Manama (Bahrain): +973 38791650
-
KBRI Amman (Yordania): +962 779150407