JAKARTA – Yamaha kembali menghadapi masalah serius dalam uji coba MotoGP di Buriram. Setelah sempat mengalami larangan berkendara di Sepang akibat kerusakan mesin V4 baru, tim pabrikan asal Jepang itu kini hanya bisa mengandalkan satu motor pada hari kedua pengujian di Tailan.
Manajer tim Yamaha, Massimo Meregalli, menjelaskan keputusan tersebut di paddock Buriram. “Kami memutuskan untuk hanya menggunakan satu motor setiap hari pada hari kedua. Alasannya adalah kami telah mencapai batas maksimal jarak tempuh mesin pada dua motor lainnya di tim pabrikan menjelang akhir hari pertama. Semua suku cadang dan mesin baru yang telah kami rencanakan untuk digunakan pada pembukaan musim baru akan tiba besok,” ujarnya, dilansir dari Speedweek, Seni (223/2/2026).
Meregalli menegaskan bahwa spesifikasi mesin yang digunakan saat ini sama dengan yang akan dipakai pada akhir pekan balapan. Ia juga mengakui proyek mesin baru masih dalam tahap pengembangan dan belum ada jadwal pasti kapan akan digunakan. “Yang pasti adalah kami akan menjalankan bagian pertama musim ini di luar negeri dengan apa yang saat ini tersedia. Tidak akan ada perubahan pada spesifikasi mesin sebelum kami kembali ke Eropa,” tambahnya.
Krisis Yamaha semakin nyata. Fabio Quartararo secara terbuka menyebut proyek M1 berada di titik terendah. Selain masalah keandalan, motor Yamaha tertinggal dalam kecepatan puncak – rata-rata 10 km/jam lebih lambat di Buriram – serta masih dibayangi problem sasis.
Peralihan dari mesin empat silinder segaris ke V4 yang diharapkan membawa keuntungan justru menimbulkan lebih banyak kerugian. Yamaha kini hanya bisa berharap pada regulasi konsesi yang memungkinkan mereka melakukan pengembangan sepanjang musim, berbeda dengan Ducati, Aprilia, dan KTM yang harus bertahan dengan spesifikasi mesin 2025.
Situasi ini diperkirakan baru bisa berubah pada 2027, ketika regulasi baru MotoGP memperkenalkan prototipe 850cc. Hingga saat itu, Yamaha harus berjuang dengan keterbatasan yang ada.