JAKARTA – Media Israel melaporkan bahwa Yordania dan Perserikatan Emirat Arab (PEA) akan memberikan dukungan kepada Amerika Serikat jika Washington melancarkan serangan terhadap Iran. Dukungan tersebut mencakup intelijen, logistik, hingga pertahanan rudal.
Harian Israel Hayom menyebut pada Minggu bahwa Yordania, UEA, dan Inggris siap membantu militer AS dalam skenario serangan. Selain berbagi data operasional, negara-negara itu juga disebut berpotensi mencegat rudal dan drone Iran jika terjadi serangan balasan.
“Tokoh-tokoh senior dalam pemerintahan Donald Trump mendorong apa yang mereka sebut sebagai serangan kuat terhadap Iran, yang dipandang sebagai langkah strategis mendasar,” tulis Israel Hayom, dikutip Middle East Eye, Senin (26/1/2026).
Menurut laporan tersebut, operasi pertahanan ini bertujuan melindungi Israel serta mengamankan pangkalan militer AS di Timur Tengah dan infrastruktur energi utama di kawasan Teluk.
Namun, tingkat keterlibatan Inggris disebut masih belum jelas. Keraguan muncul di tengah pernyataan Trump sebelumnya yang meremehkan kontribusi sekutu dalam mendukung pasukan AS selama perang Afghanistan.
Laporan ini bertepatan dengan kunjungan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, ke Israel. Seorang sumber keamanan Israel menyebut hubungan militer kedua negara kini berada pada titik paling erat.
“Kedua militer belum pernah sedekat ini, dengan rencana berbagi intelijen, dukungan logistik, dan sistem pertahanan udara untuk menghadapi ancaman yang dipersepsikan dari Iran,” ujar sumber tersebut.
Kekhawatiran di Kawasan Teluk
Meski demikian, sejumlah negara Teluk menyampaikan kecemasan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik terbuka.
“Negara-negara Teluk menentang serangan AS karena khawatir akan terjebak dalam baku tembak,” kata seorang diplomat Arab.
Posisi Yordania dan PEA
Arab Saudi, Oman, dan Qatar disebut memimpin upaya diplomatik untuk mencegah serangan baru ke Iran. Sementara posisi PEA dinilai masih abu-abu, dengan sinyal beragam dari pejabat maupun pengamat kawasan.
