LONDON, UK – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengalami momen dramatis saat berdebat panas dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Namun, ia justru disambut hangat oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London. Peristiwa ini menjadi sorotan global, terutama di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang masih berlangsung.
Debat Panas di Gedung Putih: Trump vs Zelensky
Menurut laporan AFP pada Sabtu (1/3), pertemuan antara Trump dan Zelensky di Ruang Oval berubah menjadi adu mulut yang sengit.
Debat ini bahkan terjadi di depan kamera media massa, membuat seluruh dunia heboh. Trump, yang baru saja menggantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, dikenal memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Hal ini kontras dengan kebijakan Biden yang lebih mendukung Zelensky.
Sebelum pertemuan, Zelensky telah diberi nasihat oleh Senator Lindsey Graham dan pemimpin Eropa lainnya untuk fokus pada kesepakatan mineral dan menghindari konflik dengan Trump.
“Saya katakan kepadanya pagi ini, ‘Jangan terpancing. Jangan biarkan media atau siapa pun membuat Anda berdebat dengan Presiden Trump’,” ujar Graham.
Namun, suasana mulai memanas saat Zelensky tiba di Gedung Putih dengan mengenakan seragam militer yang kusam. Trump menyambutnya dengan nada sarkastis, “Oh, Anda berpakaian rapi.” Zelensky pun membalas dengan mengatakan,
“Saya akan mengenakan kostum setelah perang ini berakhir, mungkin sesuatu seperti milik Anda, atau mungkin lebih baik.”
Pertemuan yang awalnya berjalan lancar dengan pembahasan kesepakatan mineral berubah drastis saat Wakil Presiden AS Vance bergabung. Vance menegur Zelensky dengan mengatakan, “Saya pikir tidak sopan bagi Anda untuk datang ke Ruang Oval dan mencoba mengajukan gugatan di depan media Amerika.” Trump kemudian meledak, “Anda tidak memiliki kartu sekarang. Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang. Anda mempertaruhkan Perang Dunia III.”
Zelensky akhirnya terusir dari Gedung Putih tanpa menghasilkan kesepakatan apa pun.
Sambutan Hangat dari PM Inggris Keir Starmer
Berbeda dengan pengalamannya di AS, Zelensky mendapat sambutan hangat dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dilansir AFP pada Minggu (2/3/2025), pertemuan mereka dilakukan menjelang pertemuan puncak di London untuk membahas dukungan terhadap Ukraina dalam melawan invasi Rusia.
Starmer menegaskan kembali dukungannya untuk Kyiv. “Dalam kemitraan dengan sekutu kami, kami harus mengintensifkan persiapan kami untuk elemen jaminan keamanan Eropa di samping diskusi berkelanjutan dengan Amerika Serikat,” ujarnya.
Selain itu, Ukraina dan Inggris menandatangani perjanjian pinjaman sebesar GBP 2,26 miliar (sekitar Rp 47,2 triliun) untuk mendukung kemampuan pertahanan Ukraina. Dana ini akan dibayar kembali dengan keuntungan dari aset Rusia yang dilumpuhkan Ukraina.
“Ini adalah keadilan sejati, orang yang memulai perang harus menjadi orang yang membayar,” kata Zelensky.
Saat tiba di Downing Street, Zelensky disambut dengan sorak-sorai pendukung. Starmer bahkan memeluknya dan berkata, “Anda sangat, sangat diterima di Downing Street.” Pertemuan mereka berlangsung selama 75 menit, dan Zelensky juga dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III.
