ISTANBUL, TURKIYE – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dijadwalkan tiba di Turki pada Rabu (19/11) untuk menggelar pertemuan penting dengan utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff. Pertemuan ini menjadi sinyal terbaru upaya Washington menghidupkan kembali proses perdamaian yang nyaris mati suri setelah perang Rusia-Ukraina memasuki tahun keempat.
“Kami sedang mempersiapkan untuk menggiatkan kembali negosiasi, dan kami telah mengembangkan solusi yang akan kami usulkan kepada mitra kami,” ungkap Zelensky melalui akun media sosialnya, Selasa (18/11).
Agenda di Istanbul ini berlangsung hanya sepekan setelah Zelensky menandatangani letter of intent pembelian 100 jet tempur Rafale dari Prancis saat berkunjung ke Paris, serta kunjungannya ke Spanyol kemarin.
Rusia Tolak Hadir, Kremlin Pilih “Menunggu dan Melihat”
Meski Turki kembali membuka pintu sebagai mediator netral, Kremlin memastikan tidak akan mengirim delegasi resmi.
“Untuk saat ini, kontak-kontak ini berlangsung tanpa partisipasi Rusia,” tegas Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan di Moskow. Ia menambahkan, “Moskow akan menunggu informasi tentang apa yang sebenarnya akan dibahas di Istanbul.”
Pernyataan Peskov mencerminkan sikap hati-hati Rusia di tengah tekanan diplomatik dan sanksi baru AS yang akan efektif mulai Jumat mendatang, menyasar raksasa minyak Rosneft dan Lukoil serta mengancam sanksi sekunder bagi negara pembeli seperti China dan India.
Latar Belakang: Sanksi Baru AS dan Kegagalan Pertemuan Trump-Putin
Langkah keras Washington ini diambil setelah pertemuan puncak Donald Trump-Vladimir Putin di Budapest batal digelar Oktober lalu. Rusia menolak usulan gencatan senjata sepanjang garis depan saat ini dan tetap menuntut penyerahan wilayah lebih luas oleh Ukraina.
Presiden Trump secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas sikap keras Putin yang dianggap menghambat penyelesaian konflik.
Harapan dari Pertukaran Tawanan
Di tengah kebuntuan politik, satu-satunya titik terang tetap pada isu kemanusiaan. Turki sebelumnya sukses memfasilitasi tiga putaran pembicaraan tingkat rendah pada Mei-Juli 2025, yang menghasilkan sejumlah pertukaran tawanan perang.
Pada 11 November lalu, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov mengunjungi Istanbul dan mengumumkan kesepakatan aktivasi protokol pertukaran tahanan untuk membebaskan 1.200 warga Ukraina.
Pertempuran Masih Berlangsung Sengit
Sementara diplomasi berjalan, pertempuran di lapangan tak kunjung mereda. Ukraina baru-baru ini melancarkan serangan ke infrastruktur energi di wilayah Donetsk yang diduduki Rusia. Sebaliknya, serangan misil Rusia menghantam Kharkiv dan menewaskan seorang remaja perempuan berusia 17 tahun.
