Washington D.C. – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Amerika Serikat setelah pertemuannya dengan Presiden Donald Trump di Kantor Oval pada 28 Februari 2025. Pernyataan ini disampaikan melalui akun resmi X Zelensky (@ZelenskyyUa) sekitar 40 menit setelah ia meninggalkan Gedung Putih, di tengah sorotan media atas ketegangan yang terjadi selama pertemuan tersebut.
Dalam postingannya di X, Zelensky menulis, “Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Terima kasih kepada POTUS, Kongres, dan rakyat Amerika. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan, dan kami bekerja persis untuk itu.” Pernyataan ini mencerminkan sikap diplomatik Zelensky, meskipun pertemuan dengan Trump dikabarkan berlangsung penuh konflik dan berakhir lebih awal tanpa kesepakatan.
Latar Belakang Pertemuan
Pertemuan antara Zelensky dan Trump awalnya dijadwalkan untuk membahas kerja sama bilateral, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan mineral antara AS dan Ukraina. Namun, suasana memanas ketika Trump dan Wakil Presiden JD Vance menuduh Zelensky kurang menghargai bantuan militer AS senilai lebih dari $65 miliar yang diberikan sejak invasi Rusia pada Februari 2022.
Menurut laporan Newsweek dan New York Post, Trump bahkan memerintahkan Zelensky meninggalkan Kantor Oval setelah perdebatan sengit, menyebutnya “tidak siap untuk perdamaian” dalam postingan di Truth Social.
Isi Pernyataan Zelensky
Meski menghadapi kritik keras, Zelensky memilih menyampaikan pesan positif melalui akun X-nya. Ucapan terima kasihnya ditujukan tidak hanya kepada Trump sebagai Presiden AS (POTUS), tetapi juga kepada Kongres dan rakyat Amerika, menunjukkan upaya untuk menjaga hubungan dengan sekutu utama Ukraina. Ia juga menegaskan bahwa Ukraina tetap berkomitmen mencari “perdamaian yang adil dan berkelanjutan,” sebuah pernyataan yang konsisten dengan posisi Kyiv di tengah perang melawan Rusia.
Pada 1 Maret 2025, Zelensky menambahkan pernyataan lain di X, “Penting bagi kami untuk memiliki dukungan Presiden Trump. Dia ingin mengakhiri perang, tetapi tidak ada yang lebih menginginkan perdamaian daripada kami.” Pernyataan ini tampak sebagai upaya lanjutan untuk meredakan ketegangan dan membuka ruang dialog dengan pemerintahan Trump.
Reaksi dan Implikasi
Pertemuan ini memicu beragam reaksi. Pemimpin Eropa, termasuk dari Jerman, Prancis, dan Inggris, menyatakan dukungan untuk Zelensky, seperti dilaporkan BBC. Sementara itu, media AS seperti NPR dan CNN*menyoroti kekhawatiran atas masa depan dukungan Amerika untuk Ukraina di bawah pemerintahan Trump, yang dikenal skeptis terhadap bantuan militer besar-besaran.
Analis politik menilai pernyataan Zelensky di X sebagai langkah strategis. “Dia berusaha menjaga hubungan dengan AS tanpa memicu konfrontasi lebih lanjut,” kata seorang pengamat dari Kyiv Independent. Ucapan terima kasihnya juga dilihat sebagai cara untuk meng counter tuduhan Trump bahwa Kyiv tidak cukup menghargai bantuan Amerika.
Fakta Penting
- Tanggal Pertemuan: 28 Februari 2025
- Lokasi: Kantor Oval, Gedung Putih
- Durasi: Sekitar 139 menit, berakhir lebih awal
- Pernyataan Zelensky di X: “Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Terima kasih kepada POTUS, Kongres, dan rakyat Amerika. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan, dan kami bekerja persis untuk itu.”
- Konteks: Ketegangan soal bantuan militer dan perdamaian Ukraina-Rusia