Setelah lebih dari dua dekade berdiri tegak sebagai “monumen kegagalan” transportasi massal, 109 tiang monorel yang menghiasi sepanjang Jalan HR Rasuna Said akhirnya rata dengan tanah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengumumkan keberhasilan pembersihan jalur ikonik Jakarta Selatan tersebut pada Selasa (24/2/2026).
“Tiang monorel yang berjumlah 109 itu, per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan,” ujar Pramono dengan nada tegas di Balai Kota.
Operasi Senyap di Tengah Malam
Proses “eksekusi” tiang-tiang beton ini ternyata dilakukan dengan presisi tinggi. Dimulai sejak 14 Januari 2026, Dinas Bina Marga DKI bekerja dalam kegelapan malam—mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB—demi menjaga urat nadi lalu lintas Jakarta tetap berdenyut.
Menariknya, biaya pembongkaran ini tergolong sangat efisien. Pemprov hanya merogoh kocek sebesar Rp254 juta, angka yang jauh lebih kecil dibandingkan kekhawatiran publik sebelumnya. Seluruh proses pun dikawal ketat oleh Kejaksaan Tinggi dan KPK untuk memastikan tidak ada “lubang” hukum di kemudian hari.
Dari Beton Kusam Menjadi Kawasan Hijau Rp102 Miliar
Lenyapnya tiang-tiang tersebut hanyalah awal. Pemprov DKI kini tancap gas memulai proyek ambisius penataan kawasan Rasuna Said dengan anggaran total mencapai Rp102 miliar. Rencananya, kawasan ini akan disulap menjadi:
-
Pedestrian Mewah: Jalur pejalan kaki yang luas dan ramah disabilitas.
-
Ruang Terbuka Hijau: Penambahan taman dan paru-paru kota baru.
-
Drainase Modern: Perbaikan total saluran air untuk mengantisipasi banjir.
-
Ketertiban Umum: Penataan ulang parkir ojek daring dan pedagang kaki lima.
Proyek ini ditargetkan rampung pada 22 Juni 2026, tepat saat Jakarta merayakan ulang tahunnya yang ke-499.
Proyek monorel ini punya sejarah panjang yang pahit. Dimulai sejak tahun 2004 di era Gubernur Sutiyoso dan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, proyek ini terhenti total pada 2008 karena masalah investasi. Selama bertahun-tahun, tiang-tiang tersebut hanya menjadi penghias jalan yang tak berguna.
Kini, dengan hilangnya beban beton tersebut, kinerja lalu lintas di Rasuna Said diprediksi akan meningkat hingga 18 persen. Jakarta siap menyongsong wajah baru yang lebih bersih, hijau, dan manusiawi di jantung pusat bisnisnya.