Langit Indonesia dibuka dengan rangkaian fenomena astronomi menawan pada awal 2026, diawali hujan meteor Quadrantid yang mencapai puncaknya pada dini hari 3–4 Januari. Meski pengamatan tahun ini sedikit terganggu oleh kemunculan supermoon pertama 2026 pada 3 Januari, para pengamat langit masih berpeluang menyaksikan meteor-meteor terang, termasuk fireball yang melintas cepat di atmosfer.
Menurut laporan EarthSky, hujan meteor Quadrantid aktif sejak 28 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026. Waktu terbaik pengamatan berlangsung beberapa jam setelah Matahari terbenam hingga menjelang fajar. Dalam kondisi langit gelap dan ideal, Quadrantid mampu menghadirkan sekitar 80–120 meteor per jam. Namun tahun ini, fase bulan purnama diperkirakan menekan visibilitas sehingga jumlah meteor yang terlihat hanya berkisar 10–25 per jam, terutama meteor-meteor yang paling terang.
Oposisi Jupiter dan Parade Planet Menanti
Fenomena menarik berikutnya adalah oposisi Jupiter pada 10 Januari 2026. Pada momen ini, planet terbesar di tata surya berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sejak Desember 2024, menjadikannya tampak lebih besar dan terang di langit malam.
Avivah Yamani dari Langit Selatan Bandung menjelaskan bahwa oposisi merupakan waktu terbaik untuk mengamati Jupiter. Planet raksasa gas ini akan bersinar dengan magnitudo sekitar -2,7 di rasi Gemini dan dapat diamati sepanjang malam, bahkan dengan mata telanjang dari lokasi minim polusi cahaya.
Memasuki akhir Februari, tepatnya pada 28 Februari 2026, langit akan diramaikan oleh parade enam planet sekaligus: Merkurius, Venus, Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus. Empat planet pertama dapat dilihat tanpa alat bantu, sementara Uranus dan Neptunus memerlukan teropong atau teleskop kecil.
Tahun Astronomi Istimewa: 13 Bulan Purnama dan Gerhana
Tahun 2026 tergolong istimewa bagi pencinta astronomi karena akan dihiasi 13 kali bulan purnama. Salah satunya adalah fenomena Blue Moon pada 31 Mei, yakni kondisi ketika dua bulan purnama terjadi dalam satu bulan kalender—peristiwa yang rata-rata muncul setiap dua hingga tiga tahun.
Selain itu, sepanjang 2026 juga akan terjadi empat gerhana penting, termasuk gerhana Matahari cincin pada 17 Februari, gerhana Bulan total pada 3 Maret, serta puncaknya gerhana Matahari total pada 12 Agustus yang jalurnya melintasi Greenland, Islandia, dan Spanyol.
Tak hanya itu, langit 2026 juga akan diramaikan oleh tiga supermoon pada Januari, November, dan Desember, serta delapan hujan meteor intensitas tinggi, di antaranya Lyrid, Perseid, dan Geminid.