JAKARTA – Ronald Koeman resmi mengakhiri jabatannya sebagai pelatih Timnas Belanda kurang dari 24 jam setelah Oranje tersingkir secara dramatis dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan adu penalti melawan Maroko pada babak 32 besar.
Keputusan mengejutkan tersebut diumumkan Koeman melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa pagi waktu setempat sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan Belanda melangkah lebih jauh di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Pengunduran diri itu sekaligus menutup periode kedua Koeman bersama Timnas Belanda yang sebelumnya sempat membawa Oranje tampil kompetitif di berbagai ajang internasional, termasuk mencapai semifinal Euro 2024.
Pertandingan antara Belanda dan Maroko berlangsung sengit di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, pada Senin malam waktu setempat dengan skor imbang 1-1 hingga berakhirnya waktu normal dan babak tambahan.
Belanda sempat berada di atas angin setelah penyerang Liverpool, Cody Gakpo, memecah kebuntuan pada menit ke-72 melalui penyelesaian akhir yang membawa Oranje unggul.
Gol tersebut menjadi momen emosional bagi Gakpo karena baru-baru ini dirinya bersama sang istri kehilangan calon buah hati mereka sehingga selebrasi sang pemain berubah menjadi luapan haru di atas lapangan.
Keunggulan Belanda nyaris memastikan tiket lolos sebelum Maroko memberikan kejutan pada masa tambahan waktu babak kedua.
Bek Issa Diop mencetak gol penyeimbang melalui sundulan pada menit ke-91 sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Kiper Belanda Bart Verbruggen tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan penting pada menit ke-96 saat menggagalkan peluang emas Soufiane Rahimi.
Meski tampil impresif sepanjang pertandingan, Verbruggen gagal menyelamatkan Belanda dari kekalahan pada babak adu penalti.
Teun Koopmeiners sukses mengeksekusi penalti pertama Belanda, tetapi kegagalan Justin Kluivert dan Quinten Timber, ditambah penyelamatan gemilang kiper Maroko Yassine Bounou terhadap tendangan Crysencio Summerville, mengubah jalannya pertandingan.
Ismael Saibari kemudian menjadi penentu kemenangan Maroko setelah berhasil menaklukkan Verbruggen dengan tendangan ke pojok kiri bawah gawang sehingga memastikan Atlas Lions melaju ke babak 16 besar.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil paling menyakitkan bagi Belanda mengingat Oranje selalu mampu menembus sedikitnya babak 16 besar dalam sebelas edisi Piala Dunia sebelumnya, termasuk mencapai perempat final pada edisi Qatar 2022.
Kurang dari sehari setelah eliminasi tersebut, Koeman memilih mengundurkan diri sebagai pelatih kepala.
Dalam pernyataannya, Koeman menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil yang diraih Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.
“Saya memutuskan tadi malam bahwa sudah waktunya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Timnas Belanda.”
“Kami semua bermimpi menciptakan sejarah di Piala Dunia ini, tetapi gagal mewujudkannya.”
“Tidak ada yang lebih kecewa dibanding saya. Sebagai pelatih kepala, tanggung jawab tertinggi berada di pundak saya,” ujar Ronald Koeman seperti dilansir Newsweek, Rabu (1/7/2026).
Pengunduran diri tersebut mengakhiri periode kedua Koeman bersama Oranje setelah kembali dipercaya menangani tim pada 2023.
Sebelumnya, mantan bek legendaris Belanda itu juga pernah melatih tim nasional sejak 2018 sebelum menerima tawaran menangani Barcelona pada 2020.
Selama dua periode kepemimpinannya, Koeman membawa Belanda mencapai semifinal Euro 2024 yang menjadi pencapaian terbaik Oranje di turnamen besar sejak Piala Dunia 2014.
Koeman juga menutup kiprahnya sebagai pelatih Timnas Belanda dengan total 64 pertandingan sehingga menjadi salah satu pelatih dengan jumlah laga terbanyak dalam sejarah Oranje.
Sementara itu, Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar dan dijadwalkan menghadapi tuan rumah Kanada pada 4 Juli 2026 di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat.***