KARAWANG – Pada hari ini, Rabu (05/03/2025) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan evakuasi warga terdampak banjir Karawang.
BPBD Kabupaten Karawang juga mendirikan dapur umum dan tenda pengungsian serta mendistribusikan logistik bagi warga.
Kebutuhan mendesak di lapangan antara lain makanan siap saji, air mineral, selimut, dan matras, hygiene kit, dan alat kebersihan.
Pemerintah Kabupaten Karawang telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Esktrem, Gelombang Ekstrem dan Abrasi.
Serta Tanah Longsor di Wilayah Kabupaten Karawang Tahun 2024/2025 Nomor 100.3.3.2/Kep.489-Huk/2024 terhitung sejak tanggal 08 November 2024 s.d 31 Mei 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Ph.D. mengimbau warga Kabupaten Karawang untuk mengikuti arahan dari otoritas setempat.
“Tidak lekas percaya pada informasi-informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya dalam keterangan resmi Rabu (05/03/2025).
Tiga Kecamatan Terendam hingga 2 Meter
Tiga kecamatan di Kabupaten Karawang terendam banjir hingga dua meter. Peristiwa ini pasca hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi lama mengguyur wilayah Karawang pada Selasa (4/3) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kecamatan Teluk Jambe, empat desa terdampak:
- Desa Karangligar
- Desa Mekarmulya
- Desa Mulyajaya
- Desa Wanakerta.
Kecamatan Karawang Barat, dua wilayah terdampak:
- Desa Tanjungmekar
- Kelurahan Karawangkulo.
Kecamatan Pangkalan empat desa terdampak:
- Desa Mulangsar
- DesaCiptasari
- DesaTamanmekar
- Desa Tamansari.
Tinggi muka air bervariasi di tiap wilayah terdampak antara 10-200 sentimeter. Hingga Rabu (5/3), BPBD Kabupaten Karawang melaporkan genangan air berangsur surut.
Berdasarkan kaji cepat sementara oleh Tim Reaksi Cepat (TRC), sebanyak 3.659 KK atau 10.180 jiwa terdampak. Sebanyak 375 warga mengungsi di titik Desa Karangligar.***