JAKARTA – Hamas membebaskan tiga sandera pria yang telah ditahan selama lebih dari setahun di Jalur Gaza pada Sabtu (1/2/2025). Sementara itu, Israel membebaskan 183 tahanan Palestina dari penjara-penjaranya, setelah sebelumnya dilaporkan 90 orang akan dilepaskan.
Pembebasan ini merupakan bagian dari pertukaran keempat dalam kesepakatan gencatan senjata yang menghentikan konflik selama 15 bulan di Jalur Gaza.
Hamas menyerahkan Yarden Bibas (35) dan warga negara Prancis-Israel Ofer Kalderon (54) kepada petugas Palang Merah di Kota Khan Younis, Gaza Selatan. Sementara itu, sandera Amerika Serikat-Israel Keith Siegel (65) diserahkan kepada Palang Merah pada Sabtu pagi di Kota Gaza.
Ketiganya diculik dalam serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menjadi pemicu perang saat ini. Dengan pembebasan mereka, total 18 orang telah dilepaskan sejak gencatan senjata terbaru antara Hamas dan Israel dimulai pada 19 Januari.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, seperti dikutip AP, menyatakan bahwa negaranya merasakan kelegaan dan kegembiraan atas kembalinya Kalderon setelah 483 hari mengalami “neraka yang tak terbayangkan.”
“Prancis akan terus melakukan segala upaya untuk mengamankan pembebasan sandera Prancis-Israel lainnya yang masih ditawan di Gaza,” tambah Macron.
Proses pembebasan kali ini berlangsung cepat dan teratur, berbeda dengan situasi kacau pada Kamis (30/1), ketika Hamas mengalami kesulitan mengendalikan kerumunan selama penyerahan sandera kepada Palang Merah. Dalam kedua pembebasan pada Sabtu, anggota Hamas yang bersenjata dan mengenakan penutup wajah berdiri berjajar saat para sandera berjalan ke panggung dan melambaikan tangan sebelum diserahkan.
Di Lapangan Sandera Tel Aviv, ribuan orang berkumpul menyaksikan momen pembebasan yang disiarkan langsung di layar besar. Mereka melambaikan spanduk dan bersorak merayakan kepulangan sandera.
Tak lama setelah Siegel tiba di Israel, sebuah bus yang membawa 32 tahanan meninggalkan Penjara Militer Ofer menuju Tepi Barat yang diduduki. Kerumunan massa menyambut bus tersebut dengan sorakan, mengangkat para tahanan di atas bahu mereka dalam suasana penuh kegembiraan.
Otoritas Penjara Israel mengonfirmasi bahwa seluruh 183 tahanan Palestina yang dijadwalkan dibebaskan telah dilepaskan. Sebagian besar dari mereka, termasuk 111 orang yang ditangkap setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dibebaskan ke Jalur Gaza.
Lebih dari 20 orang lainnya dikirim ke Tepi Barat, sementara tujuh tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup diasingkan ke Mesir.