JAKARTA – Di tengah maraknya pemberitaan konflik bersenjata yang terus membanjiri layar media sosial, banyak orang mulai merasakan tekanan psikologis yang nyata. Meski tidak terlibat langsung dalam medan perang, paparan informasi yang intens ternyata cukup untuk memicu stres dan kecemasan berkepanjangan.
Para ahli kesehatan jiwa kini mengenal fenomena ini dengan istilah war anxiety atau nuclear anxiety, kondisi psikologis yang muncul sebagai respons terhadap situasi perang, baik yang dialami secara langsung maupun tidak langsung. Gangguan ini dinilai perlu diwaspadai karena dampaknya terhadap kesehatan mental bisa cukup signifikan.
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan mental di tengah situasi seperti ini? HelloSehat merangkum empat langkah yang dapat dicoba:
1. Kurangi Waktu di Media Sosial
Langkah pertama yang disarankan adalah membatasi konsumsi berita seputar konflik. Jika perlu, pengguna bisa memanfaatkan fitur senyap untuk menyaring kata kunci tertentu agar konten terkait perang tidak terus-menerus muncul di beranda. Ini bukan berarti harus sepenuhnya menghindari media sosial, melainkan menggunakannya dengan lebih bijak.
2. Hindari Spiral Pikiran Negatif
War anxiety akibat situasi perang kerap memicu kecenderungan overthinking, kondisi di mana seseorang terus-menerus memikirkan skenario terburuk. Untuk mengatasinya, penting untuk belajar menerima ketidakpastian dan mengalihkan fokus pada hal-hal yang masih dalam kendali diri sendiri, seperti mengelola emosi dan menjaga kondisi tubuh.
3. Perbanyak Waktu Bersama Orang Terkasih
Dukungan sosial memiliki peran besar dalam menjaga kestabilan mental. Berbagi perasaan cemas dengan keluarga, sahabat, atau pasangan dapat memberikan ketenangan dan rasa aman. Selain itu, menumbuhkan rasa syukur atas kondisi yang masih terlindungi dari dampak konflik juga dinilai bermanfaat secara psikologis.
4. Self-Care Setiap Hari
Perawatan diri mencakup aspek fisik sekaligus mental. Membiasakan pola makan bergizi, olahraga teratur, tidur yang cukup, meditasi, hingga menekuni hobi, merupakan cara sederhana namun efektif untuk meredam kecemasan yang berlebihan.
Apabila keempat langkah tersebut telah dicoba namun gejala kecemasan tak kunjung mereda, konsultasi dengan psikolog menjadi pilihan yang tepat. Profesional di bidang kesehatan mental dapat membantu merancang strategi pengelolaan stres yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.